Kunjungan lapangan jajaran Komisi III Deprov, terkait kelanjutan dari program revitalisasi Danau Limboto, kemarin. (Humas)GORONTALOPOST.CO.ID - Ternyata di setiap tahunnya itu pemerintah mengucurkan anggaran sebesar Rp28 miliar untuk merevitalisasi Danau Limboto, agar tetap berkesinambungan pelestariannya, terlebih dalam mencegah terjadinya pendangkalan.
Kondisi ini mendapatkan perhatian Komisi III Deprov, karena dampak yang dihasilkan dari program yang didanai dengan anggaran sebesar itu, belum berpengaruh signifikan dalam mencegah pendangkalan di danau tersebut.
Hal ini terungkap saat kunjungan lapangan jajaran Komisi III Deprov, dengan dikoordinir langsung Ketua Deprov, Paris RA Jusuf, kemarin.
Ketua Komisi III, Idrus Thomas Mopili dan jajarannya, mengharapkan, untuk sesegera mungkin dilakukan evaluasi menyeluruh terkait program dan pemenuhan anggaran pada revitalisasi Danau Limboto itu. Karena dinilai mubajir, belum menuai hasil yang diharapkan.
"Setiap tahun itu, kita (pemerintah) menghabiskan kurang lebih sekitar Rp 28 Miliar untuk penyelamatan Danau Limboto. Yang jika tidak turun anggarannya, dikhawatirkan Danau Limboto, akan semakin mengalami pendangkalan. Olehnya, hal ini perlu dievaluasi, agar kita tidak buang-buang anggaran. Artinya, kita (Komisi III) ingin menyelamatkan Danau Limboto, tapi kita tidak mau anggaran yang dikucurkan sia-sia. Dimana, anggaran yang begitu besar, namun tidak bisa membendung sedimentasi yang kian menyebabkan pendangkalan di danau Limboto," ungkap Thomas Mopili.
"Olehnya, dalam waktu dekat, kita (Komisi III) akan mengundang semua pihak dan instansi terkait, untuk membahas teknis-teknis penanganan yang dibutuhkan. Yang nantinya kita akan bawa ke kementerian terkait, untuk bersama ditindaklanjuti," tandasnya. (zis/adv)