PhotoGORONTALOPOST.CO.ID – Sejumlah persoalan mengemuka saat berlangsungnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo (Deprov) dengan Dinas Kelautan dan Perikanan,kemarin. Diantaranya tidak terlaksananya beberapa kegiatan akibat refocusing anggaran pada tahun sebelumnya.
Menyikapi hal ini, Sekertaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Fadli Hasan mengungkapkan, meskipun tidak terlaksana secara maksimal, namun realisasi fisik yang dikerjakan Dinas kelautan dan perikanan hampir 100 persen. “Di masa pandemi kemarin dia tidak terlalu terdampak, karena kita melihat bahwa produktivitas ikan dan lain-lain itu tetap ada, hanya saja terjadi penurunan terhadap nilai tukar nelayan berkisar 1 hingga 2 persen,” Kata Fadli.
Fadli juga berharap, pada anggaran 2021 agar di prioritaskan pemulihan ekonomi termasuk perbaikan-perbaikan beberapa sentra pabrik ES, Karena menurutnya pabrik es merupakan salah satu penunjang terhadap proses kegiatan perikanan di Gorontalo. “Kita berharap nilai tukar nelayan bisa lebih naik itu yang pertama, yang ke dua kualitas,” Ungkap Fadli.
Sementara itu, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Sila Botutihe mengatakan, pada tahun 2021 ada dua program yang akan di capai, peningkatan ketahanan pangan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha Perikanan.
“Dua itu yang menjadi tujuan kami, yang indikator penilaiannya tercapai atau tidak, itu kita lihat dari produksi, konsumsi ikan yang sudah tercapai di provinsi Gorontalo dan juga sekaligus dengan nilai tukar nelayan dan nilai tukar pembudidaya” Ujar Sila.(zis/ADV)