GORONTALOPOST- Kebakaran besar yang melanda Greater Los Angeles, Amerika Serikat, telah menghanguskan sekitar 40.000 hektar lahan.
Insiden ini menjadi perhatian dunia, termasuk di Indonesia, di mana banyak netizen mengaitkannya dengan karma atau azab atas dukungan kuat Amerika terhadap Israel.
Sejumlah warganet mengingat pernyataan Amerika yang pernah menyebut akan menjadikan Palestina sebagai “neraka”. Namun, anggapan ini mendapat respons keras dari Cinta Kuya, putri dari Uya Kuya dan Astrid, yang saat ini tengah kuliah di Amerika.
Melalui akun media sosialnya, Cinta Kuya mengungkapkan kekesalannya terhadap opini netizen yang menghubungkan kebakaran dengan karma.
“Gue muak dan jijik sama orang yang komen seenak jidat soal bencana ini. Gimana kalau ini terjadi pada kalian? Tolong lebih menghargai, ramah, dan baik.”
Cinta juga mengingatkan bahwa musibah seperti ini bisa terjadi di mana saja, termasuk di Indonesia.
"Ngomongin karma, ingat ya hal kayak di sana juga bisa saja kejadian di kita. Makanya please jangan jahat-jahatlah jadi orang. Dikasih empati sama Tuhan bukan cuma buat pajangan."
Cinta Kuya juga menegaskan bahwa tidak semua warga Amerika mendukung kebijakan pemerintahnya terkait Palestina. Bahkan, di antara korban kebakaran, ada juga warga Indonesia yang beragama Islam.
“Jangan samakan pemerintah Amerika dan kebijakannya dengan masyarakat biasa di Amerika. Karena banyak sekali warga Amerika sendiri yang tidak setuju dan mengutuk keras apa yang dilakukan pemerintah pada Palestina.”
Ia juga menyebut bahwa berbagai aksi demonstrasi mendukung Palestina sering terjadi di AS, dan pesertanya adalah warga Amerika sendiri.
Kebakaran di Los Angeles kini masih dalam penanganan, sementara perdebatan di media sosial terus bergulir.
Editor : Priska Watung