Gorontalopost.Id, GORONTALO – Rangkaian kegiatan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) digelar di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo, Sabtu (19/08/2023).
Dalam kegiatan ini akan ada banyak kegiatan, antara lain Karnaval Karawo, fashion show adibusana karawo, lomba mokarawo (proses pembuatan sulaman karawo), lomba lukis motif karawo, lomba foto dan video pariwisata dan ekonomi kreatif.
Baca Juga: 25 Penyelam Bentangkan Merah Putih di Bawah Laut Objek Wisata Hiu Paus Botubarani
“Karawo adalah kain tradisional khas Gorontalo yang pembuatannya merupakan hasil kerajinan tangan.
Karawo merupakan Bahasa Gorontalo yang artinya sulaman dengan tangan, orang-orang di luar Gorontalo mengenalnya dengan sebutan Kerawang,” kata Aryanto Husain, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.
Menurutnya, karawo lahir dari proses panjang yang merupakan buah dari ketekunan para pengrajin. Seni membuat karawo disebut “Makarawo”.
Baca Juga: 579 Napi Gorontalo Terima Remisi HUT ke-78 RI, 9 Orang Langsung Bebas
Seni ini telah diturunkan dari generasi ke generasi. Keindahan motif, keunikan cara pengerjaan, dan kualitas yang bagus membuat karawo bernilai sangat tinggi.
Maka tak heran jika keunikan dan kualitas tersebut diminati oleh banyak kalangan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Aryanto secara detail menguraikan proses sulaman ini, untuk membuat sulaman karawo memang sulit. Dalam proses pembuatannya, setidaknya ada tiga pengrajin yang terlibat.
“Yang pertama adalah mereka yang bertugas membuat motif atau desain, tugas desainer ini membuat pola gambar, lalu pengrajin kedua bertugas mengiris serat kain, pengrajin ini memiliki keterampilan dan kejelian yang luar biasa.
Baca Juga: Momen HUT Kemerdekaan RI ke -78 Semarak di Paguyaman
Karena ia harus mampu memutus/mengiris serat kain yang panjangnya tergantung pola, antara ujung serat kain yang satu dengan yang lain harus sama dan menyisakan serat kain lainnya untuk disulam.
Pengirisan serat kain ini akan menghasilkan seperti kain strimin dengan pola tertentu, pengrajin ketiga bertugas membuat sulaman pada kain yang sudah diiris tersebut mengikuti pola/gambar dari desainer,” ujarnya.
Baca Juga: Bawaslu RI Umumkan Anggota Bawaslu 6 Kabupaten/Kota di Gorontalo, Berikut Nama-namanya
Sulaman karawo sebagai warisan budaya Gorontalo harus dilestarikan, tidak saja memiliki nilai ekonomi, juga memiliki nilai budaya yang tinggi.
“Pagi ini hingga malam kami akan mengeglar Gorontalo Festival Karawo, kegiatan ini masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN),” kata Ivonela Larekeng Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Gorontalo.
Baca Juga: Dua Pasangan Mesum dan Ratusan Botol Miras Beralkohol Diamankan Polresta Gorontalo
Ivonela Larekeng bersama tim panitia sejak beberapa hari lalu sudah terlibat penyiapan lokasi dan ragam kegiatan dalam Gorntalo Karnaval Karawo ini.
Ivonelea berharap kegiatan kepariwisataan dan ekonomi kreatif ini dapat mengangkat kesejahteraan Masyarakat melalui penyediaan lapangan pekerjaan yang lebih luas, mengurangi pengangguran, dan adanya pemerataan pendapatan. (Mg-02/Kmfo).
Editor : Azis Manansang