Gorntalopost.Id, GORONTALO - Bahas potensi dan peluang investasi Pariwisata Gorontalo. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Baparekraf.
Duduk satu meja dengan Pemerintah provinsi Gorontalo dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Grand Q Kota Gorontalo, Senin (11/09/2023).
Baca Juga: 9.828 Warga Terdampak Empat Kabupaten di Gorontalo Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
Dalam FGD yang dipimpin langsung Deputi Bidang Industri dan Investasi Rizki Handayani dihadiri PJ.Sekda Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki,S.Sos,msi dan Kadis Pariwisata Dr.Ir Aryanto Husain.
Diikuti pemangku kepentingan yang berkaitan Pariwisata baik provinsi maupu kabupaten kota.
Mengawali diskusi Riski Handayani mengungkapkan Provinsi Gorontalo memiliki peluang dan prospek di bidang Pariwisata yang tidak kalah dengan daerah lainnya di Indonesia.
Baca Juga: Bus Shabara Polda Gorontalo Kecelakaan, Polisi Lakukan Penyelidikan
Namun butuh dukungan semua pihak dan keseriusan serta fokus bidang Pariwisata yang akan menjadi prioritas.
Mengingat keterbatasan angaran maka pengembangan Pariwisata mengalami pergeseran menuju Pariwisata baru yang melibatkan Entrepreneur.
Kemudian pergeseran lainnya sekarang ini dimana perkebunan dapat menjadi lokasi pariwisata, Waduk bisa menjadi lokasi.
Baca Juga: Polda Gorontalo Berikan Rasa Aman ke Warga Gelar Patroli Rutin
"Pariwisaata sekarang ini menjadi nilai tambah dari produk,"ungkapnya.
Berkaitan dengan perubahan dan pergeseran tersebut maka pihaknya sengaja mendatangkan nara sumber dari pusat.
Untuk dapat mengidentifikasi potensi investasi unggulan dan hambatan yang dihadapi dalam pengembangan sektor Pariwisata.
Kemudian merumuskan strategei dan rencana aksi untuk menairk investasi dalam sektor pariwisata di Gorontalo.
Baca Juga: 10 Perda Provinsi Gorontalo Tahun 2024 Resmi Disahkan DPRD Provinsi Gorontalo Melalui Paripurna
'Adapun Narasumber yang dihadirkan yakni,
Angga Triyudha, Perencana dan Pengkaji Sektor, Direktorat Perencanaan Jasa dan Kawasan, Kementerian Investasi/BKPM
“Best Practice: Penyusunan Investment Project Ready to Offer (IPRO) Sektor Pariwisata”
Kemuduian Doddy Dwinanda, Director of Urbanism and Planning, AECOM Indonesia “Best Practice: Strategi Pengembangan dan Promosi Investasi Sektor Pariwisata”
Baca Juga: Kemenparekraf Bantu Dana dan Literasi Keuangan Dukung Pengembangan Desa Wisata Bubohu
Berikutnya Fauzan Muttaqien, Co-Founder, Nimo Enterprise “Peranan Daya Tarik Wisata dalam Pengembangan Destinasi dan Peningkatan Investasi di Daerah (Success Story Nimo Enterprise)”
Serta Denny Gultom, Country Manager Indonesia, Solarvest “Peranan Energi Terbarukan Dalam Mendorong Investasi Hijau di Sektor Pariwisata”
Baca Juga: Pembacok Polisi Gorontalo Tewas Ditembak, KBP Ade Permana Tindakan Tegas Dan Terukur
Sementara pemteri lokal yang mewakili Ir. Hj. Sila N. Botutihe, M.Si Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo “Potensi Wisata Bahari dan Kepulauan di Provinsi Gorontalo”
Dan Ir. Anis Suratin, MP, Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (BNWB) “Potensi Wisata di Taman Nasional BNWB”
Baca Juga: Harhubnas Dishub Klaim Alami Kemajuan Peningkatan Sektor Transportasi
Kegiatan ini dihadiri Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Kemudian PHRI, Akademisi Universitas Negeri Gorontalo Badan Eksekutif Ekonomi Syariah Gorontalo.
KADIN Provinsi Gorontalo,HIPMI Provinsi Gorontalo, GIPI Provinsi Gorontalo BPD PHRI Provinsi Gorontalo, Asita Provinsi Gorontalo.
Serta Pengusaha/Praktisi/Lembaga Pengelola diantaranya CEO Pulau Saronde, CEO Pulau Cinta, Pokdarwis Objek Wisata Hiu Paus Botubarani, Pokdarwis Taman Laut Olele, Kepala Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. (zis)
Editor : Azis Manansang