Gorontalopost.Id, GORONTALO – Guna penguatan ekosistem Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Provinsi Gorontalo yaitu binthe biluhuta dan kain karawo.
Berlangsung Seminar dan workshop bangga budaya Indonesia. Berlangsung di Rumah Adat Dulohupa, Kota Gorontalo,Kamis (14/09/23).
"Seminar dan workshop merupakan upaya untuk melakukan transfer pengetahuan kepada generasi muda terkait nilai-nilai filosofi.
Baca Juga: Olah TKP Lakukan 9 Adegan Terungkap Ada 4 Tembakan Peringatan Sebelum Peluru Mengenai Tubuh MH
Dari dua WBTB Gorontalo yaitu binthe biluhuta dan karawo," ujar Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti, dalam sambutannya.
Menurutnya seminar dan workshop merupakan upaya untuk melakukan transfer pengetahuan kepada generasi muda terkait nilai-nilai filosofi dari dua WBTB Gorontalo yaitu binthe biluhuta dan karawo.
Irini mengungkapkan, upaya pelestarian dan perlindungan WBTB harus dilakukan melalui aspek filosofinya dan dikembangkan lewat sektor UMKM.
Baca Juga: Olah TKP Lakukan 9 Adegan Terungkap Ada 4 Tembakan Peringatan Sebelum Peluru Mengenai Tubuh MH
“Isu utama dari WBTB adalah keberlanjutan pasca penetapan. Jika hanya dari aspek filosofinya, maka kebudayaan itu akan stagnan.
Tetapi jika dikembangkan melalui sektor umkm, WBTB tersebut akan terus lestari. Seperti halnya karawo yang terus berkembang,” tandasnya.
Baca Juga: Puluhan Botol Miras Jenis Cap Tikus, Diamankan Polsek Limboto
Sementara itu Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, ketika membuka seminar dan Workshop Bangga Budaya Indonesia (BBI).
Ia optimis seminar dan workshop ini akan memberi masukan dan muatan terhadap kebijakan yang akan diambil dalam pelestarian dan perlindungan budaya di Gorontalo.
"Pemerintah terus merangsang dan meningkatkan minat masyarakat terhadap pelestarian budaya daerah,” kata Penjagub.
Baca Juga: Spanduk Bacapres dan Bacaleg Bertebaran Bawaslu Hanya Bisa Menghimbau
Ismail menjelaskan, binthe biluhuta sebenarnya adalah makanan pokok di Gorontalo. Makanan yang populer di masyarakat dengan nama milu siram atau sup jagung ini diolah dari jagung pulut atau lokal Gorontalo.
Binthe biluhuta sudah ditetapkan menjadi WBTB Indonesia oleh Kemendikbud pada tahun 2016 dengan nomor registrasi 201600426.
Baca Juga: Didemo Ratusan Penambang DPRD Pohuwato Siap Kawal dan Percepat Pembayaran Alih Profesi
Lebih lanjut Penjagub menuturkan kerajinan karawo yang saat ini sudah semakin berkembang.
Hal itu terlihat dari munculnya beragam motif yang semakin keren serta mode busana karawo yang sesuai dengan perkembangan fesyen kekinian.
Karawo menjadi WBTB Indonesia sejak tahun 2014 dengan nomor registrasi 201400155.
Baca Juga: Bupati Thariq Harap Pembahasan APBD-P 2023 Berjalan Lancar
“Untuk karawo, sejak awal saya menjadi Penjabat Gubernur sudah meminta untuk memperbanyak pelatihan kepada perajin.
Generasi muda harus kita latih karena saat ini perajinnya lebih banyak orang tua,” ujarnya.(Mg-02/Kmfo).
Editor : Azis Manansang