Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Gunakan Dana Fiskal Rp 5,8 Miliar Pemprov Gorontalo Intervensi 5.132 Balita Melalui PMT

Azis Manansang • Minggu, 12 November 2023 | 16:20 WIB

 

Penjagub Gorontalo Ismail Pakaya saat menghadiri pencanangan pelaksanaan PMT di Puskesmas Sipatana, Kota Gorontalo .(Foto : Haris)
Penjagub Gorontalo Ismail Pakaya saat menghadiri pencanangan pelaksanaan PMT di Puskesmas Sipatana, Kota Gorontalo .(Foto : Haris)


GORONTALO – Gunakan dana insentif fiskal daerah sebesar Rp 5,8 miliar. Pemerintah Provinsi Gorontalo Intervensi 5.132 Balita. Melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
berbasis pangan lokal.

Penanganan stunting atau tengkes melalui pelaksanaan PMT diluncurkan Pemprov Gorontalo di Puskesmas Sipatana, Kota Gorontalo, Kemarin (9/11/2023).

Baca Juga: SM Mengamuk Aniaya Guru Terancam Ditahan, PGRI Pohuwato Desak Polisi Uusut Tuntas

“Dana insentif fiskal untuk tengkes ini ada kelonggaran waktu sampai tahun depan. Tapi saya minta tahun ini juga selesai karena kita menargetkan angka tengkes di Gorontalo tahun depan turun menjadi 14 persen.

Saya yakin itu bisa karena langsung dikelola oleh ibu-ibu kader Posyandu di desa dan kelurahan,” kata Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, saat pencanangan.

Dari data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), total balita tengkes yang harus diintervensi di Provinsi Gorontalo sebanyak 5.132 orang.

Baca Juga: Polisi Dalami Motif SPG di Gorontalo Nekad Bakar Diri

Ismail mengatakan, Pemprov Gorontalo akan berkolaborasi dengan kabupaten/kota sehingga secara keseluruhan balita tengkes dan ibu hamil memperoleh PMT.

“Bersama dengan kabupaten/kota kita akan menuntaskan tengkes ini. Pemprov Gorontalo akan mengintervensi sisa dari yang sudah ditangani oleh kabupaten/kota.

Jangan sampai satu anak yang sudah diberikan PMT oleh kabupaten/kota, kemudian provinsi juga memberinya, bisa-bisa yang lainnya tidak dapat,” terang Ismail.

Baca Juga: 30 Guru Dipecat Sekolah Al Azhar Gorontalo Didemo

Khusus di Kota Gorontalo, dari 10 puskesmas yang ada, tujuh di antaranya sudah diintervensi oleh Pemerintah Kota Gorontalo.

Tiga lainnya yaitu Puskesmas Sipatana, Kota Utara, dan Pilolodaa, akan diintervensi oleh Pemprov Gorontalo.

Adapun jumlah sasaran pelaksanaan PMT di tiga kecamatan itu sebanyak 203 balita dan 63 ibu hamil.

Baca Juga: Team Rajawali Tangkap Bandar Judi Togel Online di Kota Timur Gorontalo

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa menjelaskan, teknis pelaksanaan PMT adalah melibatkan kader Posyandu di desa atau kelurahan.

Konsepnya dengan cara bahan pangan lokal akan dibelanjakan dan kemudian dimasak oleh kader Posyandu, selanjutnya di antarkan ke rumah-rumah balita dan ibu hamil yang menjadi sasaran PMT.

“Para kader Posyandu ini beberapa waktu lalu sudah dilatih oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo. Mereka yang membelanjakan, memasak, mengantar, hingga menjaga
sampai PMT itu dimakan oleh balita,” tandas Anang.(mg-02/Kmfo).

Editor : Azis Manansang
#Stunting #PEMPROV GORONTALO #dana intensif daerah #Tengkes