Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Forum DAS Provinsi Gorontalo Rekomedasikan Penanaman Jagung Kemiringan 25 Persen Harus ada Perdes

Azis Manansang • Jumat, 1 Desember 2023 | 00:35 WIB

 

Musyawarah Forum DAS Provinsi Gorontalo bertempat di Hotel New Sentris, Kota Gorontalo. (Foto : Mila)
Musyawarah Forum DAS Provinsi Gorontalo bertempat di Hotel New Sentris, Kota Gorontalo. (Foto : Mila)


Gorontalopost.id,  GORONTALO – Banyak jembatan yang rusak akibat sungai yang meluap, dan bantuan bibit yang tidak ditanam tapi dibuang.

Maka Forum Daerah Alirasan Sungai (DAS ) merekomendasikan untuk mengatasi dampak DAS yang harus diperbaiki dari hulu ke hilir.

Harus dikeluarkan peraturan desa (Perdes) untuk kemiringan lahan 25 persen ke atas untuk penanaman jagung, dan program penanaman yang harus diperhatikan.

Baca Juga: Korpri Diapreasi Plt Bupati Bone Bolango Peran Aktif Kendalikan Inflasi dan Penanganan Stunting

Hal itu terungkap dalam musyawarah daerah aliran sungai bersama stakeholder terkait, bertempat di Hotel New Sentris, Kota Gorontalo, kemarin (28/11/2023).

Musdas dengan tema “Kolaborasi Multi Pihak dalam Pengelolaan DAS Terintegrasi dan Berkelanjutan” ini.

Dihadiri camat, lurah, serta kepala desa yang di daerah sungai Provinsi Gorontalo dan di fasilitasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo.

Baca Juga: Empat Anggota Polisi Polda Gorontalo Dipecat Terbukti Langgar Kode Etik Polri

“Sungai di Provinsi Gorontalo sebagian besar bermasalah, jembatan-jembatan yang di bangun pemerintah rusak akibat sungai yang meluap.

Di wilayah hulu harus dikeluarkan perdes di lahan kemiringan 25 persen ke atas untuk penanaman jagung.

Konservasi tanah yakni penanaman pohon selain jagung harus diperhatikan sehingga bisa menjaga sedimen dari hulu turun ke hilir,” ungkap Camat Telaga Biru Muchtar sebagai salah satu peserta Musdas.

Baca Juga: Kondisi Danau Limboto Kritis dan Memprihatinkan BWS Mencatat Lebih dari 2.280 ha Dikapling Warga

Menanggapi hal tersebut, PPK Air Tanah dan Air Baku 1 BWS Sulawesi II Gorontalo Heru Suhartanto mengungkapkan.

40 persen hutan di Gorontalo harusnya tidak disentuh karena fungsinya sebagai penyedia air tanah di musim kemarau dan penyangga erosi pada musim penghujan.

Sementara terkait komunikasi dengan masyarakat akan lebih diperhatikan, karena berdasarkan SOP administrasi, laporan diterima melalui surat resmi untuk menghindari informasi yang tidak valid.

Baca Juga: Sisir Cafe dan Warung Polsek Kota Utara Amankan Puluhan Botol Miras

Ditambahkan Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Pemerdayaan Masyarakat DLHK Provinsi Gorontalo Abdul Salam Bau.

Mengatakan pengawasan yang dilakukan pihaknya yaitu pengawasan perambahan hutan dengan personil yang sedikit berjumlah 17 orang untuk kurang lebih 200 ribu hektar.

Sehingga perlu tenaga lebih untuk menjaga hutan dan lahan. Maka dari dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam menjaga lingkungan dan hutan yang ada di Provinsi Gorontalo.

“Perlu tenaga lebih untuk menjaga hutan dan lahan kita. Maka dari itu kami mebutuhkan kerjasama semua pihak dalam menjaga lingkungan dan hutan lahan yang ada di daerah kita,” ungkap Abdul Salam.(Mg-02/Kmfo).

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #Forum DAS #das #Penanaman Jagung