Gorontalopost.id, GORONTALO –Ibu Kandung Prajurit Korps Infanteri Adalah Rakyat. Hal itu disampaikan Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Patar Sahat Panggabean.
Saat menjadi Irup Hari Juang Infanteri ke-75 diperingati Komando Resor Militer 133/Nani Wartabone, di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Selasa (19/12/2023).
Baca Juga: Istri Tewas Ditangan Suami, Cemburu Jadi Pemicu Tikam hingga Tewas
dalam upacara turut dihadiri Sekretaris Daerah Sofian Ibrahim, unsur Forkopimda, dan anggota persit Kartika Chandra Kirana.
Brigjen TNI Patar Sahat Panggabean, dalam amanatnya bercerita tentang salah satu peristiwa penting yang menjadi tonggak sejarah.
Yakni saat menghadapi agresi militer belanda ke-2 tanggal 19 desember 1948.
Baca Juga: Kebakaran di Toko Utama Diduga Arus Pendek Listrik Hasil Olah TKP Polresta Gorontalo
Panglima besar Jenderal Sudirman mengeluarkan perintah kilat kepada angkatan perang Republik Indonesia untuk menjalankan rencana melawan musuh dengan melaksanakan perang rakyat semesta.
Bentuk dan siasat pertempuran yang digunakan tersebut merupakan taktik dan strategi prajurit infanteri untuk melanjutkan perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan.
Untuk itu, hari juang infanteri diperingati sebagai simbol kejayaan dan kemuliaan korps yang harus dijunjung tinggi.“
Prajurit korps infanteri harus bersama dengan rakyat karena hanya bersama rakyat, prajurit korps infanteri akan kuat dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” ungkap Patar.
Baca Juga: Team Rajawali Polresta Gorontalo Ringkus Bandar Judi Togel Online
Ia juga menyebut ibu kandung prajurit korps infanteri adalah rakyat, nafas dan rohnya adalah pengabdian kepada rakyat, bangsa dan negara.
Oleh karenanya, korps infanteri sebagai korps terbesar di TNI angkatan darat harus bersama rakyat, karena hal itu dapat memperkuat dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Juang Infanteri ke-75, Brigjen TNI Patar bersama Sekdaprov Sofian Ibrahim turut menyerahkan bantuan sembako kepada istri veteran dan anak tengkes (stunting).(Mg-02/Kmfo).
Editor : Azis Manansang