Gorontalopost.id, GORONTALO - Peringati Hari Air Dunia ke-32, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo tanam 500 pohon.
Jenis tanaman endimik dan buah, di wilayah Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo tepatnya di lokasi danau Limboto, Senin (04/03/2024).
Pencanangan yang ditandai dengan pelepasan balon oleh Kepala BWS Sulawesi II Gorontalo Parlinggoman Simanungkalit, ST.MPSDA dan Forkopimda.
Bersama Kadis PUPR Provinsi Ir. Aries N. Ardianto,MM serta Kepala UPT Kementrian PUPR diantaranya perwakilan BPJN, BP2JK, BP2W.
Baca Juga: Eksotisme Ponelo Kepuluan, Surga Bagi Wisatawan Asing
Selanjutnya Kepala BWS Sulawesi II Gorontalo Parlinggoman Simanungkalit, saat memberikan sambutan menyampaikan pencanangan dan penanaman pohon dalam memperingati hari air dunia.
Demi kemakmuran bersama melalui pengelolaan air yang berkelanjutan dan inklusif. "Water for Peace, air untuk perdamaian," ungkapnya.
Parlinggoman Simanungkalit mengungkapkan peringatan hari air dunia kali menjadi istimewa karena bersamaaan dengan rangkaian World Water Forum (WWF) yang akan diselengarakan bulan Mei di Bali.
Baca Juga: Bupati Merlan Uloli Boyong Kembali Piala Adipura ke Bone Bolango
"Kita mesti bangga Indonesia dipercaya dunkia untuk menjadi tuan rumah WWF ke 10 di Bali,"ungkapnya.
Selanjutnya kata Parlinggoman Simanungkalit, rangkaian peringatan hari air dunia, Kementrian PUPR seluruh Indonsia melalui unit pelaksana tehnis BWS akan melakukan penaman pohon.
"Dan untuk BWS Sulawesi II Gorontalo akan melaksanakan penanama 500 pohon jenis tanaman endimik atau buah, dengan tinggi 1 meter hingga 1,5 meter yang berlokasi Telaga Kabupaten Gorontalo.
Tepatnya di sekitar Danau Limboto, dengan tujuan mengembalikan keseimbangan siklus hidrologi pada situ danau, embung,dan waduk dan sumber air permukaan lainnya.
Sehingga diharapkan kualitas dan kuantitas sumber-sumber air dapat terkendali," ungkapnya.
Diakuinya kegiatan penanaman pohon merupakan aksi kongkrit dan nyata memulihkan kondisi daerah tangkapan air. Sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk lebih aktif menjaga dan mencintai lingkungan.
"Penanaman pohon juga diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan melestarikan air dan melindungi sumber air.
Mengingat adanya penurunan kualitas air bersih akibat kegiatan yang menganggu kestabilan ekositim dan lingkungan bagi penebangan pohon dan pengundulan hutan,"ungkapnya
Kepala BWS menguraikan, hari air dunia ke 32 adalah, momen tepat untuk kesadaran bahwa air bukan hanya Sumber Daya Air yang dapat digunakan. Tapi hak asasi manusia yang melekat pada setiap aspek kehidupan.
Baca Juga: Polres Boalemo Kerahkan 167 Personil Pengamanan Penjemputan Owan
"Pada hari air dunia, semua perlu bersatu demi air dan menggunakan air untuk perdamaian meletakan dasar bagi masa depan yang lebih stabil dan sejahtera.
Dan bekerjasama untuk menyeimbangkan kebutuhan semua orang dengan dedikasi untuk memastikan tidak seorang pun yang tertingal untuk menjadikan air sebagai katalis bagi dunia yang lebih damai," ucapnya.
Selanjutnya kata Simanungkalit, hari air dunia ke- 32 mengingatkan bahwa membutuhkan komitmen semua pihak dalam mengatasi krisis air.
"Aksi ini dapat dimulai dari diri sendiri keluarga dan lingkungan terdekat kita dengan merubah cara kita dalam mengkosumsi dan mengelolah Sumber Daya Air dikehidupan
sehari hari.
Mari menjadi agen perubahan untuk dunia dengan mengelolah Sumber Daya air yang lebih baik, mari beraksi, lakukan apa yang kita bisa,"tandasnya.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang