Gorontalopost, GORONTALO - Guna memenuhi kebutuhan dan menjaga stabilitas harga di bulan Ramadan di Gorontalo.
Maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mensubsidi harga beras melalui program pasar murah.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Gorontalo Drs. Risjon Sunge, Msi.
Baca Juga: Hendak Dibawa ke Sulut, 60 Kilogram Tikus Siap Konsumsi Diamankan di Pelabuhan Gorontalo
Menurutnya subsidi yang diberikan Pemprov Gorontalo sebesar Rp 2.500. Hal ini menyebabkan harga beras diangka Rp 17-18 ribu, dijual Rp 14.500 per
“Di sini kita subsidi harga beras," ungkap Risjon saat dikonfirmasi kemarin.
Selanjutnya Risjon menjelaskan, penyebab kenaikan harga beras gara-gara stok beras yang dalam kondisi kosong.
"Sehingga Gorontalo harus memasok dari wilayah lain,"ungkapnya.
Baca Juga: Rekam Video Teman Kantor di Toilet Oknum Pegawai BMKG Gorontalo Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
Namun demikian Risjon memastikan kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Sebab, Gorontalo kini memasuki musim panen.
Sementara dikutif dari sejumlah sumber, kekosongan stok beras di Gorontalo juga dibenarkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo, Ir.Ismail Pakaya,ME.
Dimana menurutnya rata-rata beras yang dijual di Gorontalo berasal dari Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Oknum Warga Boltim Diringkus Polisi Bone Bolango Penipuan 18 Unit Handphone di Lokasi Berbeda
"Terhadap persoalan ini Pemerintah tidak tutup mata. Kami akan mengawasi pedagang nakal yang berpotensi menimbun beras.
Dan sebetulnya tidak hanya beras. Sejumlah komoditas yang mengalami kelangkaan hingga harganya melonjak, ikut dipantau," tandasnya.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang