Gorontalopst, MARISA - Kisah Intan Odong (20), seorang wanita asal Paal 2, Kota Manado Sulut, kiranya menjadi pelajaran bagi kaum perempuan yang ingin mencari kerja.
Pasalnya mimpi untuk mencari rezeki di Kota Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, berujung petaka.
Karena tawaran pekerjaan yang dijanjikan ternyata menjerumuskan dirinya ke dunia prostitusi.
Baca Juga: Sampah Berserakan di Ruas Jalan Kota Gorontalo, Warga Sorot Piala Adipura
Dikutif dari sejumlah media daring, dan informasi dari sejumlah sumber. Awalnya Intan diiming-imingi pekerjaan sebagai karyawan wanita di tempat hiburan malam.
Namun, karena tidak sesuai dengan keinginannya, Intan dengan tegas menolak tawaran tersebut. wanita berparas lumayan itu memilih untuk kabur dan kembali ke Manado.
Ironisnya, nasib buruknya tak berhenti di situ. Pemilik kafe tempat Intan ditawari pekerjaan menahan barang-barang pribadinya.
Baca Juga: Polisi Buru OTK Perkosa Siswi di Pohuwato, Saat Kepergok Wikwik
Barang-barang yang ditahan termasuk ponsel, dengan alasan mengembalikan dana transportasi yang telah dipinjamkan untuk perjalanan kembali ke Manado.
Terjebak tanpa jalan keluar, nasib baik masih berpihak kepada Intan. Ia masih beruntung bertemu dengan Yamin Husain.
Seorang sopir yang menemukannya di jalan menuju Desa Buntulia Utara, Kabupaten Pohuwato.
Baca Juga: Warga Sorot Sampah Menumpuk di Depan Kantor Pemerintah
Yamin pun dengan penuh kedermawanan membantu Intan dan mengantarkannya pulang ke Manado.
Dari pengakuannya Intan tidak memiliki uang untuk mengembalikan dana yang diminta oleh pemilik kafe.
"Saya terpaksa kabur pak. Karena memang niat saya awal datang di Pohuwato bukan itu.
Tapi anehnya, ketika saya pulang, pemilik hiburan malam malah menahan saya dan disuru mengembalikan uang transport," ungkapnya.
Baca Juga: Komplotan Pencuri Oli Diringkus Polisi Pohuwato
Dengan tekad dan keinginannya saat ini hanyalah untuk kembali ke Manado dan berkumpul bersama keluarganya.
Termasuk Ponsel yang disita dan identitasnya yang tertahan, tak lagi digubrisnya.
"Saya hanya ingin balik ke kampung berkumpul bersama keluarga. Dan saya tidak ingin balik lagi di tempat itu," tegasnya. (Henris/*).
Editor : Azis Manansang