Gorontalopost, GORONTALO - Pemerintah Provinsi Gorontalo mengapresiasi langkah Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdy Mastura yang mencabut Surat Edaran Nomor 8 tahun 2024.
Surat tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Antraks dan Penutupan Sementara Pemasukan Ternak Ruminansia Asal Provinsi Gorontalo itu sempat menjadi kontroversi beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Balita di Pohuwato Tewas, Hanyut 100 Meter di Saluran Irigasi
“Atas nama Bapak Gubernur, pemerintah dan masyarakat Gorontalo mengapresiasi langkah Bapak Gubernur Sulteng yang dengan cepat mencabut SE 8 Tahun 2024.
Butuh kebesaran hati untuk melakukannya dan sudah dilakukan,” ujar Kadis Pertanian Muljady D. Mario, kemarin.
Pencabutan SE Gubernur Sulteng sekaligus mengakhiri polemik di masyarakat beberapa hari terakhir.
Ia berharap para peternak bisa leluasa menjual dan mengirim sapi serta masyarakat tidak khawatir mengkonsumsi daging.
“Pencabutan SE ini sangat penting artinya buat Provinsi Gorontalo untuk memberi kepastian hukum dan rasa tenang bagi peternak dan warga.
Mudah-mudahan ini jadi pelajaran penting bagi kedua daerah,” imbuhnya.
Dikatakan Muljady, hubungan baik antara Gorontalo dan Sulteng harus terus harmonis. Gorontalo dan Sulteng hanya terpisah secara administrasi dan geografis.
Baca Juga: Kunjungan Perdana ke Manado Pj.Gubernur Temui Mahasiswa HPMIG dan KKIG
Namun perpaduan budaya, suku, agama dan ras sudah terjalin lama antara kedua daerah.
“Ke depan perlu dibangun dan ditingkatkan koordinasi serta komunikasi antara kedua daerah.
Apalagi kebijakan strategis yang dikeluarkan pemerintah berdampak luas lintas daerah,” tuturnya. (Mg-02/Kmfo).
Editor : Azis Manansang