Gorontalopost, GORONTALO - Mahalnya tiket pesawat domestik di Indonesia dikeluhkan Penjabat Gubernur Gorontalo Rudy Salahuddin.
Menurutnya, harga tiket yang tinggi dibandingkan dengan tiket ke luar negeri membuat sektor pariwisata di daerah sulit bergerak maju.
“Masih ada kendala kendala bu kita mengembangkan pariwisata di Gorontalo. Pertama menyangkut biaya tiket pesawat ke sini yang masih sangat mahal.
Baca Juga: Paman di Gorontalo Cabuli Keponakan Berulang Kali Dijerat Polisi Hukuman 15 Tahun
Kami juga sudah sampaikan ini ke Pak Menteri,” Ucap Rudy saat membuka Rapat Koordinasi Pembangunan Sektor Pariwisata Indonesia dan Gorontalo.
Bersama Deputi Bidang Kebijakan Strategis Dessy Ruhati bertempat di Aula Rumah Jabatan Gubernur, kemarin. (25/9/2024).
Menurut Rudy, pariwisata Gorontalo semakin bergeliat dengan semakin populernya destinasi wisata hiu paus.
Meski begitu, kunjungan wisatawan lebih banyak didominasi oleh urusan dinas (business trip) daripada wisata murni.
Baca Juga: Kasat Lantas Polresta Gorontalo Kota Kini Dijabat Polwan AKP Octalya Saka, S.Tr.K, SIK, M.Si
“Walaupun kita sudah bilang ada hiu paus tapi dengan tiket begitu mahal mereka akhirnya memilih mundur.
Lebih memilih destinasi yang lebih dekat dan lebih murah, atau lebih jauh tapi lebih murah atau sama dengan Gorontalo.
Sehingga yang datang berwisata itu orang yang melakukan kegiatan di Gorontalo lebih ke business trip,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Selliane Ishak menjelaskan.
rakor ini bertujuan memberikan gambaran besar tentang Indonesia travel and tourism strategy dan kaitannya peran pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan kepariwisataan.
Baca Juga: Fakta Lain Ungkap Oknum Guru Pemeran Video Wikwik Bersama Siswinya Sudah Perna Dilapor Istrinya
“Kegiatan ini juga diharapkan untuk berdialog dan mendapatkan masukan dari teman teman pemerintah daerah dalam pembangunan Kepariwisataan di Indonesia,” jelas Selliane.
Rakor tersebut diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan para pimpinan OPD dan pemangku kepentingan terkait.
Ada tiga tema besar yang diangkat pada diskusi tersebut yakni potensi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Gorontalo.
Kajian penerapan ekonomi biru, ekonomi hijau, dan ekonomi sirkuler serta penjelasan grand desain travel and tourism strategy dan daya saing kepariwisataan di Provinsi Gorontalo.(Mg-02/kmfo)
Editor : Azis Manansang