Gorontalopost, GORONTALO - Provinsi Gorontalo mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 0,81 persen selama bulan Oktober 2024.
Nilai inflasi ini merupakan gabungan dari Kota Gorontalo yang mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 0,95 persen dan Kabupaten Gorontalo mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 0,70 persen.
“Inflasi y-on-y Provinsi Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada tujuh kelompok pengeluaran,” ungkap Mukhammad Mukhanif, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, pada konferensi pers,kemarin (1/11/2024).
Baca Juga: Pjs. Sekda Kabgor Klaim Gaji ASN Hanya Telat, Bukan Tak Dibayar
Mukhanif menjelaskan, tujuh kelompok pengeluaran yang dimaksud yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,50 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,20 persen.
Kelompok kesehatan sebesar 1,60 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,09 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,54 persen.
Kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 3,03 persen; dan kelompok perawatan pribadi, dan jasa lainnya sebesar 3,56 persen.
Baca Juga: Sikapi Fenomena Puluhan Sapi Mati Mendadak di Desa Mustika Paguyaman Boalemo Distan Turun ke Lokasi
Tiga kelompok pengeluaran mengalami deflasi y-on-y yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,55 persen; kelompok transportasi sebesar 0,52 persen.
Dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,69 persen. Sementara itu kelompok yang tidak mengalami perubahan yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
“Oktober 2024 Provinsi Gorontalo mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,57 persen dan deflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,81 persen,” ujar Mukhanif. (mg-02/kmfo)
Editor : Azis Manansang