Gorontalopost, GORONTALO - Pemungutan suara Pilgub Gorontalo 2024 telah usai, dengan pasangan Gusnar-Idah mengklaim kemenangan berdasarkan hasil hitung cepat.
Menanggapi hal tersebut, pasangan nomor urut 1, Tonny Uloli dan Marten Taha, menggelar konferensi pers di Nasdem Tower Kota Gorontalo pada Jumat, 29 November 2024.
Baca Juga: Pohon Beringin Tumbang di Pilkada Kabgor, Paslon Sofyan-Tony Unggul 59.993 suara
Dalam pernyataan resminya, Marten Taha menyampaikan tujuh poin penting. Salah satunya adalah apresiasi terhadap warga Gorontalo yang telah berpartisipasi dalam pemilu ini.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk warga, relawan, serta pimpinan partai koalisi Ketua DPW Nasdem Gorontlao.
Bapak Rachmat Gobel, Ketua DPW PKS Adnan Entengo dan Ketua DPW PKB Ibu Nihayatul Wafiroh, yang mendukung kami," ujar Marten.
Mereka juga mengajak masyarakat menjaga ketenangan dan kondusifitas sembari menunggu hasil resmi dari KPU.
Baca Juga: Rum Pagau -Lahmudin Hambali PAHAM Unggul Perhitungan Sementara Quick Count Pilkada Boalemo
Tonny-Marten menegaskan bahwa Pemilu adalah sarana untuk mewujudkan Gorontalo yang adil dan makmur, bukan sekadar rutinitas politik.
"Kami peduli terhadap generasi muda—milenial, Gen Z, dan Gen X—sebagai penerus masa depan Gorontalo," imbuh Marten.
Selanjutnya apakah ada langkah hukum yang akan diambil, Tonny-Marten pilih menunggu hasil resmi.
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Gorontalo, Tonny Uloli dan Marten Taha, memilih untuk menahan diri meski klaim kemenangan telah disampaikan pasangan Gusnar-Idah.
Dalam konferensi pers di Nasdem Tower, Marten Taha menyatakan bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru mengambil langkah hukum.
“Kami tetap menunggu hasil resmi perhitungan dari KPU Provinsi Gorontalo,” tegas Tonny ketika ditanya kemungkinan membawa sengketa ini ke Mahkamah Konstitusi.
Pernyataan ini menunjukkan sikap kehati-hatian serta komitmen untuk menjaga proses demokrasi berjalan sesuai jalur hukum.
Meski belum memutuskan langkah hukum, Tonny-Marten tetap menghargai proses demokrasi yang berlangsung.
Mereka meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga suasana damai hingga pengumuman resmi dari KPU.
"Mari kita jaga kondusifitas daerah agar proses ini berjalan dengan baik," ujar Marten. (Mg-02).
Editor : Azis Manansang