GORONTALOPOST - Lagu "Binde Biluhuta" tidak hanya terkenal sebagai karya musik yang melambangkan budaya Gorontalo, tetapi juga mengangkat salah satu kuliner khas daerah tersebut. Lagu ini mengisahkan hidangan tradisional yang terbuat dari jagung, yang merupakan bahan utama dalam masakan khas Gorontalo. Dalam bahasa Gorontalo kuno, kata "binde" berarti jagung, dan "biluhuta" berarti disiram, yang merujuk pada cara penyajian hidangan tersebut. Namun, masyarakat Gorontalo lebih familiar dengan sebutan "milu siram," di mana "milu" berarti jagung dalam dialek sehari-hari mereka.
Keistimewaan dari "binde biluhuta" terletak pada jenis jagung yang digunakan. Berbeda dengan jagung kuning yang umum dijumpai, jagung pulut yang digunakan dalam hidangan ini memiliki warna putih dan tekstur yang kenyal. Jagung pulut ini merupakan varietas asli Gorontalo, yang memberikan rasa gurih khas dan kenikmatan tersendiri. Sebelum dimasak, jagung ini biasanya direbus terlebih dahulu agar memiliki kelembutan yang sempurna.
Binde biluhuta disajikan dengan tambahan suwiran ikan tuna atau cakalang, parutan kelapa, dan sambal bawang khas Gorontalo. Perpaduan rasa manis dari jagung, gurih dari kelapa dan ikan, serta pedas dari sambal bawang menciptakan cita rasa yang unik dan kaya, yang menjadi daya tarik utama hidangan ini. Hidangan ini sangat populer di Gorontalo dan sering dijumpai di warung-warung makan tradisional daerah tersebut. Selain sebagai sajian lezat, binde biluhuta juga menjadi simbol kekayaan kuliner lokal yang masih dijaga kelestariannya hingga kini.
Lagu "Binde Biluhuta" diciptakan oleh musisi legendaris asal Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, Rusdin "Rusu" Palada, pada tahun 1975. Lagu ini kemudian dipopulerkan oleh penyanyi Eddy Silitonga dan berhasil menarik perhatian banyak orang, tidak hanya di Gorontalo tetapi juga di seluruh Indonesia. Berkat kepopulerannya, lagu ini kemudian diakui sebagai lagu nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1990, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Gorontalo.
Dengan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, binde biluhuta tidak hanya dikenal sebagai hidangan lezat, tetapi juga sebagai bagian dari warisan budaya yang kaya akan nilai sejarah dan tradisi. Lagu ini, bersama dengan kuliner yang diangkatnya, terus menginspirasi generasi-generasi baru untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya lokal Gorontalo. (Artha)
Editor : Priska Watung