Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Sukacita Natal di Lapas Gorontalo, 16 Warga Binaan Rayakan Kelahiran Kristus

Tina Mamangkey • Rabu, 25 Desember 2024 | 19:09 WIB
Warga binaan pemasyarakatan mengikuti ibadah Natal di gereja dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA, Kota Gorontalo, Gorontalo, Rabu (25/12/2024).
Warga binaan pemasyarakatan mengikuti ibadah Natal di gereja dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA, Kota Gorontalo, Gorontalo, Rabu (25/12/2024).

GORONTALOPOST - Perayaan Natal selalu membawa sukacita, bahkan dalam situasi yang penuh keterbatasan. Di Lapas Kelas IIA Gorontalo, momen ini menjadi waktu istimewa bagi warga binaan untuk merenung, bersyukur, dan mempererat hubungan dengan Tuhan.

Tahun ini, suasana haru dan khidmat menyelimuti perayaan Natal yang diikuti oleh 16 warga binaan pemasyarakatan.

Warga binaan merayakan Natal di gereja dalam lapas dengan pendampingan khusus dari Kementerian Agama Kota Gorontalo.

Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo, Sulistyo Wibowo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang rutin dilakukan.

"Selama ini kegiatan pembinaan kepada warga binaan yang beragama Kristen selalu mendapat kunjungan dari penyuluh agama, di mana kami sudah melakukan kerja sama dengan Kementerian Agama Kota Gorontalo," ujarnya.

Fasilitas ibadah yang diberikan oleh lapas menjadi wujud dukungan untuk meningkatkan spiritualitas warga binaan.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk memotivasi mereka agar terus berproses menuju kehidupan yang lebih baik.

Dalam perayaan ini, toleransi dan rasa saling menghormati menjadi hal yang sangat dijunjung tinggi.

Sulistyo mengungkapkan bahwa semangat keagamaan di dalam lapas tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga menciptakan suasana yang harmonis antarwarga binaan.

"Selama di sini pasti banyak belajar dari teman-teman di dalam juga, dan saya yakin juga melihat kegiatan keagamaan yang sangat kuat, sangat menghormati, dan saling menjaga toleransi," jelasnya.

Ia berharap perayaan Natal dapat menjadi momen refleksi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan menata ulang masa depan mereka.

Bagi Oktavianus, salah satu warga binaan, perayaan Natal di dalam lapas tetap terasa penuh makna. Dengan suasana yang khusyuk, ibadah diawali dengan puji-pujian, pemasangan lilin, hingga penampilan paduan suara yang dipersembahkan oleh warga binaan sendiri.

"Puji Tuhan tadi ibadah kami di dalam Lapas berjalan dengan baik, aman, dan lancar sesuai prosedur yang ada," kata Oktavianus dengan penuh rasa syukur.

Perayaan Natal di Lapas Kelas IIA Gorontalo adalah bukti bahwa di balik keterbatasan, ada kesempatan untuk kembali merajut harapan.

Natal menjadi pengingat akan pentingnya kasih, pengampunan, dan komitmen untuk berubah menjadi lebih baik.

Dalam suasana yang sederhana namun penuh khidmat, warga binaan diajak untuk merenungkan arti kehidupan dan bersiap menyongsong masa depan yang lebih cerah.

Natal di balik jeruji tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga simbol harapan dan langkah awal untuk transformasi diri. (*/antara)

Editor : Tina Mamangkey
#Kota Gorontalo #merayakan natal #warga binaan #dalam lapas