Gorontalopost, GORONTALO – Pemerintah secara resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan untuk meningkatkan gizi siswa dan kelompok rentan lainnya.
Di Kota Gorontalo, sebanyak 14 sekolah menjadi lokasi awal pelaksanaan program ini, dengan total penerima manfaat mencapai 2.882 siswa dan 118 ibu hamil.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Dedek Prayudi, menyampaikan bahwa program ini akan menjangkau sekitar 3,2 juta hingga 3,3 juta penerima manfaat secara nasional pada tahap kick-off, yang dimulai pada 6 Januari 2025.
"Target penerima manfaat akan terus meningkat hingga mencakup 40 persen dari total target penerima MBG pada tahun 2025," ujar Dedek, kemarin.
Di Gorontalo, Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hari Pahlawantoro menjelaskan bahwa tahap awal program ini akan mencakup 14 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Gorontalo dan total 99 SPPG di seluruh provinsi.
Fasilitas ini bertanggung jawab menyediakan makanan bergizi untuk 2.863 sekolah dengan jumlah penerima manfaat mencapai 262.800 siswa.
Hasil pantauan di SDN 74 Kota Gorontalo menunjukkan bahwa menu makanan bergizi hari ini terdiri dari nasi putih, ayam kecap, tahu goreng, sayur capcai, buah semangka, dan susu kotak.
Menurut Brigjen Hari Pahlawantoro, menu makanan bervariasi setiap hari untuk memastikan kecukupan gizi siswa. "Kami menerapkan menu empat sehat lima sempurna, dengan susu kotak sebagai alternatif susu segar yang belum tersedia di Gorontalo," jelasnya.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Adita Irawati, merinci bahwa program ini akan berjalan selama lima tahun hingga 2029, dengan total anggaran mencapai Rp71 triliun pada tahun 2025. Dalam sehari, setiap SPPG akan menyediakan 3.000–3.500 porsi makanan.
Pemberian makanan dilakukan sesuai dengan jam sekolah. Untuk PAUD dan TK, makanan disajikan di pagi hari, sementara siswa SD mendapatkan makanan sebelum pukul 12.00 waktu setempat. Untuk tingkat SMP dan SMA, makanan diberikan saat jam makan siang.
Adita menambahkan bahwa jumlah penerima manfaat akan bertambah secara bertahap.
Dari 3 juta penerima pada Januari–Maret, jumlah ini akan meningkat menjadi 6 juta pada April–Juni, dan 15 juta pada Juli–Agustus. Target total penerima manfaat mencapai 82 juta orang hingga program ini selesai.
Program MBG diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi masalah kekurangan gizi dan meningkatkan kesehatan siswa di Indonesia.
Dengan dukungan fasilitas SPPG dan pelibatan berbagai pihak, program ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperbaiki kualitas pendidikan dan kesehatan generasi penerus bangsa.
Semoga program ini berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di Gorontalo.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang