Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Tragis, Pria Gorontalo Meninggal Setelah Konsumsi Ikan Buntal Beracun

Azis Manansang • Selasa, 28 Januari 2025 | 11:11 WIB

 

Ikan buntal (Tetraodontidae) dikenal sangat berbahaya karena mengandung racun. (F:ist)
Ikan buntal (Tetraodontidae) dikenal sangat berbahaya karena mengandung racun. (F:ist)

Gorontalopost, KWANDANG - Seorang pria asal Gorontalo Utara, Haidin Arsyad, meninggal dunia akibat keracunan setelah mengolah ikan buntal menjadi makanan khas Gorontalo, ilabulo.

Insiden yang terjadi pada Senin (27/1/2025) ini juga menyebabkan rekannya harus dirawat intensif di rumah sakit.

Ikan buntal (Tetraodontidae) dikenal sangat berbahaya karena mengandung racun tetrodotoxin, terutama pada bagian hati, ovarium, kulit, dan ususnya.

Racun ini tidak dapat dihancurkan melalui proses memasak, sehingga konsumsi ikan buntal memerlukan pengetahuan khusus.

Baca Juga: Polda Gorontalo Tangkap 20 Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

Namun, Haidin, yang sebelumnya terbiasa mengonsumsi ikan buntal tanpa masalah, kali ini mengolah hati ikan tersebut.

Bagian yang memiliki kadar racun tertinggi—sebagai bahan dasar ilabulo, makanan tradisional berbahan tepung sagu dan daging.

Setelah menyantap hidangan tersebut bersama temannya, Haidin mulai mengalami gejala keracunan seperti kram dan kejang-kejang.

Sementara rekannya segera mendapatkan penanganan medis, nyawa Haidin tidak dapat diselamatkan.

Sepupu korban, Sulastri Ladiku, menjelaskan bahwa Haidin baru kali ini mengolah bagian hati ikan buntal, yang kemudian menjadi penyebab utama keracunan.

Insiden ini menjadi pengingat serius akan bahaya konsumsi ikan buntal tanpa pengetahuan mendalam.

Baca Juga: Nelayan Gorontalo Utara Hilang Saat Memancing, Pencarian Masih Berlanjut

Racun tetrodotoxin dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf, kelumpuhan otot, hingga kematian akibat kegagalan pernapasan.

Masyarakat pesisir, termasuk di Gorontalo, yang sering memanfaatkan ikan lokal, diimbau untuk lebih berhati-hati dan menghindari jenis ikan beracun seperti ikan buntal.

Kematian Haidin mengajarkan pentingnya edukasi tentang risiko pangan beracun. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat melalui program edukasi terkait keamanan pangan, terutama di wilayah pesisir.

Langkah preventif ini diharapkan dapat mencegah tragedi serupa terjadi di masa mendatang.(Inong).

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #Ikan Buntal #tewas makan ikan berasun #Gorut