Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Pembangunan Ekonomi Gorontalo Tertinggal Jauh dari Sulteng dan Maluku

Azis Manansang • Selasa, 18 Februari 2025 | 00:02 WIB

 

pertumbuhan ekonomi Gorontalo Triwulan IV (F:BPS)
pertumbuhan ekonomi Gorontalo Triwulan IV (F:BPS)

 

Gorontalopost, GORONTALO – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo pada tahun 2024 tercatat hanya sebesar 4,13 persen, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Gorontalo tertinggal dari daerah lain di Sulawesi, terutama dalam hal pembangunan ekonomi.

Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyumbang tertinggi dalam pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Kejahatan Keji di Pohuwato, Siswi SD Jadi Korban, Pelaku Mengikat dan Mengancam

Namun Pj Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin, menilai bahwa hal tersebut belum cukup untuk mendorong kemajuan daerah.

Ia juga menyoroti meningkatnya angka pengangguran yang menunjukkan minimnya lapangan kerja bagi masyarakat.

“Jika dalam lima tahun ke depan tidak ada investasi di sektor industri, kita bisa tertinggal jauh dibandingkan daerah lain.

Contohnya, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara yang beberapa tahun lalu jauh di bawah Gorontalo.

Kini mengalami kemajuan pesat berkat adanya industrialisasi,” ujar Rudy dalam sambutannya di Forum Konsultasi Publik yang digelar di Ballroom BAPPEDA, Senin (17/2/2025).

Baca Juga: Misteri Kematian Residivis Rio Langi, Benarkah Amukan Massa Penyebabnya ?

Menurutnya, perubahan struktur ekonomi diperlukan agar Gorontalo tidak semakin tertinggal.

Ia meminta BAPPEDA Provinsi Gorontalo untuk berpikir kreatif dalam mendorong pengembangan sektor industri sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Selain itu, Rudy juga menekankan pentingnya pengembangan komoditas lain selain jagung yang selama ini menjadi sektor unggulan.

Ia mencontohkan pengolahan emas di Pohuwato yang mulai dijalankan dan dapat meningkatkan pendapatan daerah.

Tak hanya ekonomi, Rudy juga menyoroti persoalan ketenagakerjaan.

Baca Juga: Teguran Berujung Maut, Warga Gorontalo Utara Tewas Dibacok Temannya

Tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2024 tercatat sebesar 3,31 persen, meningkat dari 3,06 persen pada tahun sebelumnya.

Ia menilai kurangnya lapangan kerja membuat banyak lulusan memilih untuk mencari pekerjaan di luar daerah.

“Bagaimana kita bisa menyerap tenaga kerja kalau kita tidak memiliki industri yang cukup?

Setiap tahun lulusan terus bertambah, tetapi mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan di sini.

Akhirnya, mereka pindah ke luar daerah, sementara kita di Gorontalo kehilangan SDM yang bisa kita andalkan,” tegas Rudy. (Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #tertinggal #Sulteng #pertumbuhan ekonomi #pj gubernur #maluku