GORONTALO - Tradisi Moloopu yang dijalani Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail pada Sabtu (1/3/2025) bukan sekadar seremoni, tetapi mengandung filosofi mendalam bagi masyarakat Gorontalo.
Baca Juga: Tradisi Koko’o di Kota Gorontalo, Ribuan Warga Ramaikan Sahur dengan Musik Bambu
Secara tekstual, Moloopu berarti “memangku”, yang melambangkan bahwa seorang pemimpin dipangku oleh adat untuk menempati rumah jabatan.
Ritual ini juga merupakan bentuk penghormatan masyarakat terhadap pemimpin yang akan membawa daerah ke arah yang lebih baik.
Dalam budaya Gorontalo, Moloopu berlandaskan filosofi “Adati hula-hula’a to Syaraa, Syaraa hula-hula’a Tokitabi”,
yang berarti adat bersendikan syariat, dan syariat bersendikan kitabullah.
Baca Juga: Balapan Liar di Paguyaman Berujung Maut, Remaja 14 Tahun Tewas, Satu Pengendara Kritis
Momentum ini semakin istimewa karena bertepatan dengan 1 Ramadan 1446 H.
Dihadiri oleh tokoh penting seperti Penjabat Gubernur pertama, Tursandi Alwi, unsur Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat. (Mg-02)
Editor : Azis Manansang