Gorontalopost, GORONTALO - Ketimpangan dalam struktur manajemen Bank SulutGo (BSG) terus memantik reaksi keras dari berbagai tokoh Gorontalo.
Kali ini, anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Partai Golkar, Yeyen Sidiki, menyuarakan kekecewaannya atas tidak adanya keterwakilan Gorontalo di jajaran komisaris hasil RUPS terbaru.
Baca Juga: Polda Gorontalo Bongkar Dugaan Korupsi Jalan Nani Wartabone, Kerugian Negara Capai Rp 5,9 Miliar
Menurut Yeyen, keputusan ini merupakan bentuk pengabaian institusional terhadap peran dan kontribusi Gorontalo sebagai pemegang saham aktif.
Ia menyoroti bagaimana Gorontalo terus diminta menyetor modal, namun tidak diberi ruang dalam pengambilan keputusan strategis.
Dengan nada tegas, politisi tiga periode ini mendukung penuh wacana pendirian bank daerah milik Gorontalo.
Ia menilai sudah saatnya daerah ini membuktikan kapasitasnya untuk mandiri secara ekonomi, dijalankan oleh SDM lokal yang tak kalah profesional.
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi II DPRD Gorontalo Sebut, Putusan RUPSLB BSG Picu Gejolak Daerah
“Kita harus berhenti menjadi mitra yang hanya dimanfaatkan. Saatnya punya bank sendiri, untuk rakyat kita sendiri,” tegasnya.
Wacana ini pun mendapat simpati publik sebagai jalan keluar dari ketimpangan yang dinilai semakin sistemik. (Mg-02)
Editor : Azis Manansang