Mahasiswa Gorontalo Geruduk DPRD, Tuntut Hentikan Premanisme terhadap Aktivis

Azis Manansang • Dipublikasikan Selasa, 20 Mei 2025 | 19:17 WIB

 

Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus   yang tergabung dalam Aliansi BEM dan Cipayung Plus Menggugat, menggelar   demonstrasi besar di depan Gedung DPRD Provinsi Gorontalo.(F:Ist)
Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Aliansi BEM dan Cipayung Plus Menggugat, menggelar demonstrasi besar di depan Gedung DPRD Provinsi Gorontalo.(F:Ist)

Gorontalopost, GORONTALO – Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Aliansi BEM dan Cipayung Plus

Menggugat, menggelar demonstrasi besar di depan Gedung DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (19/5/2025).

Baca Juga: DPRD Gorontalo Desak Tambahan Anggaran Satpol PP Demi Penegakan Perda

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk respons atas maraknya tindak kekerasan yang dialami aktivis mahasiswa oleh pihak tak dikenal yang diduga melakukan aksi premanisme.

Dalam orasinya, para mahasiswa menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya intimidasi terhadap gerakan mahasiswa.

Mereka mendesak DPRD agar tidak tinggal diam dan segera mendorong penegakan hukum terhadap kasus-kasus kekerasan yang menimpa para aktivis.

“Ini bukan hanya soal mahasiswa, tapi soal keamanan warga sipil secara keseluruhan,” ujar salah satu orator aksi.

Menanggapi unjuk rasa tersebut, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Gorontalo, La Ode Haimudin.

Menyatakan bahwa pihak legislatif menganggap serius persoalan keamanan yang kian meresahkan masyarakat.

“Kita tidak bisa menormalisasi kekerasan. Tugas kami memastikan semua warga merasa aman, termasuk mahasiswa yang bersuara,” ungkapnya di hadapan massa aksi.

Baca Juga: Resmi Bawaslu Gorontalo Tolak Laporan Pelanggaran TSM dalam PSU Pilbup Gorontalo Utara

La Ode juga menegaskan komitmen DPRD untuk segera berkoordinasi lintas lembaga dalam mencari solusi jangka panjang.

Pihaknya akan mengundang berbagai unsur seperti Polda, Korem, BIN, Kesbangpol, hingga Satpol PP dalam waktu dekat untuk membahas langkah strategis pengamanan.

“Kami tidak akan menunggu situasi menjadi lebih buruk,” ujarnya.

Aksi ini sempat memanas dan berujung bentrok antara mahasiswa dan aparat kepolisian.

Massa membakar ban, melempar benda ke arah aparat, hingga menyebabkan beberapa kaca gedung DPRD pecah.

Meski begitu, mahasiswa tetap bertahan dan menegaskan bahwa perjuangan mereka akan terus berlanjut hingga ada kepastian hukum yang jelas.(Mg-02)

Editor : Azis Manansang
Gorontalo aksi mahasiswa DPRD Gorontalo aliansi bem Demo Mahaiswa premanisme