Gorontalopost, GORONTALO – Provinsi Gorontalo mencatatkan deflasi paling dalam di Indonesia pada Mei 2025.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo menunjukkan angka deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 1,68 persen.
Baca Juga: Ketua DPRD Gorontalo Tegaskan Pancasila Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Panduan Hidup Bangsa
Menempatkan wilayah ini sebagai yang tertinggi secara nasional dalam penurunan harga konsumen.
Penjabat Kepala BPS Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, menyebutkan bahwa penurunan harga di dua kelompok pengeluaran utama menjadi pendorong utama deflasi ini.
"Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mencatat deflasi signifikan sebesar 4,55 persen.
Dan menyumbang dampak besar terhadap total deflasi, yakni sekitar 1,70 persen," ujar Dwi dalam keterangan pers resmi BPS Gorontalo, Senin (2/6/2025).
Selain itu, kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga,
juga mengalami deflasi sebesar 1,38 persen, dengan kontribusi sebesar 0,07 persen terhadap penurunan inflasi umum.
Baca Juga: Penemuan Mayat Pria di Pesisir Bone Raya, Terungkap Ternyata Pasien ODGJ RSUD Tombulilato
Beberapa komoditas pangan yang tercatat menyumbang penurunan harga.
Diantaranya adalah tomat, cabai rawit, ikan selar, ikan layang, dan bawang merah.
Meskipun deflasi dapat mengindikasikan turunnya tekanan inflasi dan meningkatnya daya beli dalam jangka pendek.
Kondisi ini juga bisa menandakan lemahnya permintaan pasar yang perlu diantisipasi oleh pemangku kebijakan ekonomi daerah.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang