Gorontalopost, GORONTALO – Dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Provinsi Gorontalo mengalami penurunan tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Fenomena ini mencerminkan dampak langsung dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi.
Baca Juga: 100 Persen Terbentuk! Koperasi Merah Putih Siap Gerakkan Ekonomi Desa di Gorontalo
Wakil Ketua II DPRD Provinsi Gorontalo, Laode Haimudin, mengungkapkan bahwa nilai pokir tahun ini.
Menurun lebih dari 100 persen jika dibandingkan dengan alokasi tahun 2023-2024.
“Kalau sebelumnya dana pokir bisa mencapai lebih dari Rp118 miliar, kini angkanya merosot drastis.
Ini memang keputusan sulit, tapi harus diambil,” ujarnya usai rapat lanjutan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), kemarin (10/6/2025).
Laode menjelaskan, penurunan ini disebabkan oleh kondisi keuangan daerah yang terbatas.
Dengan total APBD berada di kisaran Rp 5,4 triliun dan meningkatnya belanja wajib, ruang fiskal yang tersisa menjadi sangat sempit.
Baca Juga: DPRD Gorontalo Fokus Sektor Strategis Ekspor Jagung dan Penguatan Koperasi Merah Putih
“Saat ini hanya sekitar Rp140 miliar anggaran yang bisa dialokasikan fleksibel.
Dari jumlah itu, DPRD hanya mendapatkan alokasi sekitar Rp40 hingga Rp50 miliar,” paparnya.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa DPRD dan TAPD tetap kompak mencari solusi terbaik untuk menjaga agar program-program prioritas tetap berjalan.
“Yang utama adalah sinergi. Kita sepakat untuk tetap mengawal pembangunan.
Dan harapannya kondisi fiskal kita akan membaik tahun depan,” kata Laode menutup. (Mg-02)
Editor : Azis Manansang