Gorontalopost, JAKARTA – Ada yang berbeda dari kunjungan kerja Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Provinsi Gorontalo ke DPRD DKI Jakarta kali ini.
Selain mempererat hubungan kelembagaan, kunjungan ini juga memunculkan semangat kolaborasi dalam mengangkat tokoh sastra nasional asal Gorontalo, HB Jassin, sebagai Pahlawan Nasional.
Baca Juga: Pemkab Bone Bolango Bantah Jual Beli Jabatan, Noldi: Tidak Ada Makelar
Pertemuan tersebut disambut langsung oleh Anggota DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, yang mengapresiasi inisiatif dari para legislator Gorontalo.
Sejumlah nama dari DPRD Gorontalo turut hadir dalam diskusi, antara lain Ridwan Monoarfa, Laode Haimudin, Sulyanto Pateda, Erwin Ismail, Anas Jusuf, Fadli Poha, Yeyen Sidiki, Ekwan Ahmad, Femy Udoki, dan lainnya.
Dalam diskusi tersebut, anggota DPRD Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menyampaikan usulan agar Jakarta dan Gorontalo bersama-sama mengusulkan HB Jassin sebagai Pahlawan Nasional.
Ia menyebutkan bahwa ini bukan sekadar bentuk penghormatan, tetapi juga pengakuan atas warisan sastra dan kebudayaan yang telah dibangun oleh HB Jassin.
"HB Jassin bukan hanya penjaga sastra, tapi penjaga ingatan bangsa. Beliau layak dikenang bukan hanya sebagai tokoh Gorontalo, tetapi sebagai pilar budaya nasional," ujar Ridwan.
Baca Juga: Tanggul Jebol Lagi, Banjir Bandang Kepung Permukiman Adat di Gorontalo Utara
HB Jassin dikenal sebagai figur penting dalam sejarah sastra Indonesia. Ia mendirikan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin yang menyimpan ribuan arsip karya sastra penting.
Lebih dari itu, ia adalah simbol perjuangan kebebasan berekspresi, terutama ketika ia harus mendekam di penjara pada tahun 1971 karena mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan menulis.
Peran HB Jassin juga sangat besar dalam pendidikan dan pembinaan penulis muda.
Ia dikenal luas sebagai kritikus sastra yang tajam namun adil, serta figur yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Usulan pengangkatan HB Jassin sebagai Pahlawan Nasional juga menjadi simbol representasi kawasan timur Indonesia yang selama ini kontribusinya di bidang kebudayaan belum banyak diangkat secara nasional.
"Kami berharap ini menjadi tonggak penting bahwa tokoh luar Jawa juga memiliki kontribusi besar dalam membangun identitas kebudayaan bangsa," tambah Mujiyono dari DPRD DKI Jakarta.
Kedua DPRD berharap, sinergi ini bisa menjadi gerakan moral lintas daerah untuk memperkuat posisi kebudayaan sebagai pilar penting dalam pembangunan bangsa.
Usulan ini pun segera akan diformalkan dalam bentuk rekomendasi bersama ke pemerintah pusat. (Mg-02).
Editor : Azis Manansang