Gorontalopost, GORONTALO – Gerakan percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Gorontalo mendapat dorongan besar dari kalangan medis.
Dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo kini berperan sebagai “orang tua asuh” bagi keluarga-keluarga yang berisiko melahirkan anak stunting.
Baca Juga: Tersandung Video Syur, Lisa Mariana Akui Pemeran, Itu Saya Tapi Itu Dulu..
Langkah ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara IDI dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Gorontalo.
Disambut antusias oleh Ketua IDI Gorontalo, dr. A.R. Mohammad, Sp.PD, FINASIM atau yang akrab disapa dr. Tonny.
Menurutnya, pendekatan baru ini lebih menyentuh akar permasalahan stunting.
“Selama ini kita cenderung menangani stunting setelah anak lahir dan menunjukkan gejala.
Tapi sekarang, kita bergerak dari hulu dari masa kehamilan,” ujar dr. Tonny.
Usai dinobatkan sebagai Ayah GenRe (Generasi Berencana) Provinsi Gorontalo dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-32.
Ia menjelaskan bahwa para dokter akan melakukan intervensi sejak awal kehamilan, terutama bagi ibu-ibu yang berisiko tinggi melahirkan anak stunting.
Baca Juga: Propam Polda Gorontalo Amankan Briptu EMY Usai Diduga Aniaya Istri Hingga Nyaris Tertabrak Mobil
Fokus utama program ini adalah memastikan kecukupan gizi ibu hamil, agar pertumbuhan janin berlangsung optimal.
“Dengan pendekatan ini, kita berupaya mencegah, bukan hanya mengobati.
Jadi, kita antisipasi dari awal agar anak-anak Gorontalo lahir sehat dan bebas dari stunting,” tegasnya.
Inisiatif ini tidak hanya menunjukkan kepedulian profesi medis terhadap masalah gizi dan kesehatan anak.
Tetapi juga menjadi model kolaboratif dalam upaya pembangunan sumber daya manusia berkualitas di Gorontalo.
Terakhir dr. Tonny menambakan sejak tahap awal IDI Gorontalo telah berpartisipasi sebagai orang tua asuh cegah stunting.
"Saya berharap untuk teman sejawat yang lain untuk ikut bersama menyelamatkam generasi sekarang, demi mencapai generasi emas di masa yang akan datang," imbaunya (Mg-02).
Editor : Azis Manansang