Gorontalopost, GORONTALO – Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo menuntut Perum Bulog.
Agar segera memperbaiki jalur distribusi pangan dan mempercepat penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di daerah.
Desakan itu mengemuka saat kunjungan kerja ke Kantor Pusat Bulog.
Sekretaris Komisi II DPRD Gorontalo, Erwin Ismail, menegaskan Gorontalo tidak seharusnya lagi bergantung pada Sulawesi Utara dalam pengelolaan stok pangan.
“Gorontalo ini lumbung pangan. Kalau berdiri sendiri, daerah bisa mendapat pemasukan hingga Rp7 miliar,” ujarnya.
Selain itu, DPRD juga menyoroti lonjakan harga beras yang sudah menembus Rp 850 ribu per karung.
Ditambah lambatnya distribusi CBP yang bisa tertunda hingga tiga bulan.
“Situasi ini merugikan masyarakat. Beras mahal, distribusi lambat. Bulog harus bergerak cepat,” tegas Erwin.
Menanggapi hal itu, pihak Bulog mengakui masih ada hambatan serius, mulai dari persaingan penjualan beras secara online.
Hingga rendahnya penyerapan hasil pertanian lokal, khususnya jagung yang baru terealisasi 13,8 persen dari target nasional.
Sebagai tindak lanjut, Komisi II DPRD berencana menyampaikan surat resmi ke Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk mendorong solusi struktural.
Pertemuan ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Bulog kepada rombongan DPRD.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang