Gorontalopost, GORONTALO — Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Bumi Serambi Madinah.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Tak hanya fokus pada penegakan perda, Satpol PP juga berperan aktif.
Dalam mencegah peredaran minuman beralkohol hingga menangani gangguan sosial yang sering muncul di tengah masyarakat.
Dengan wilayah kerja yang meliputi enam kabupaten/kota dan lebih dari 700 desa, Satpol PP menyadari bahwa keberhasilan menjaga stabilitas daerah tidak bisa dicapai sendiri.
Diperlukan sinergi lintas sektor mulai dari aparat hukum, pemerintah daerah, hingga masyarakat agar sistem keamanan berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Satpol PP tidak mungkin bekerja sendirian. Dukungan politik, koordinasi antarinstansi, dan partisipasi masyarakat adalah kunci utama.
Melalui forum ini, kami ingin memperkuat strategi bersama dalam pencegahan kejahatan di daerah,” ujar Kepala Satpol PP Provinsi Gorontalo, Taufik Sidiki.
Saat membuka Rapat Koordinasi Kerja Sama Antar Lembaga dan Kemitraan Teknis Pencegahan Kejahatan,belum lama ini.
Taufik menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan melahirkan rencana aksi nyata yang bisa diterapkan di seluruh wilayah Gorontalo.
Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran publik agar turut berperan aktif dalam menjaga ketenteraman.
“Yang terpenting bukan hanya tindakan penegakan, tapi juga edukasi dan deteksi dini.
Kami siap hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari sistem pencegahan,” ungkapnya.
Kegiatan yang dihadiri Kasatpol PP se-Provinsi Gorontalo ini juga menghadirkan narasumber dari Polda Gorontalo dan Biro Hukum Setda Provinsi Gorontalo.
Direktur Binmas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Imet Chaerudin Tamsil, memaparkan pentingnya sinergi antar lembaga dalam pencegahan kejahatan.
Sementara itu, Novita Bokings dari Biro Hukum menyoroti aspek hukum dalam pencegahan pelanggaran jabatan.
Forum ini pun menjadi momentum strategis memperkuat sistem keamanan daerah berbasis kolaborasi dan kesadaran kolektif.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang