Gorontalopost, TILAMUTA — Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo kembali turun langsung meninjau kualitas pelayanan kesehatan di daerah.
Kali ini, kunjungan kerja dilakukan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, sebagai tindak lanjut.
Dari rapat dengar pendapat (RDP) sebelumnya yang membahas optimalisasi sektor kesehatan di wilayah tersebut.
Anggota Komisi IV, dr. Desriyanti Tuna, menyampaikan bahwa kunjungan ini penting untuk memastikan seluruh rekomendasi hasil RDP dapat ditindaklanjuti secara nyata oleh Dinas Kesehatan Boalemo.
Meski sebelumnya kepala dinas belum sempat hadir dalam forum DPRD, pihaknya mengaku terkesan dengan berbagai capaian positif yang berhasil diraih daerah itu.
Salah satu pencapaian yang paling mencolok adalah tingkat Uji Kompetensi Jabatan (UKJ) yang mencapai 98 persen.
Menandakan profesionalitas dan kesiapan tenaga kesehatan Boalemo dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Selain itu, Boalemo juga memiliki dana talangan Rp 250 juta per tahun untuk membantu warga yang belum terdaftar di BPJS Kesehatan.
“Menariknya, dana itu jarang habis digunakan. Ini membuktikan pengelolaan yang efisien dan tepat sasaran,” ujar Desriyanti.
Tak berhenti di situ, Boalemo juga mencatat prestasi membanggakan di bidang sanitasi.
Dengan capaian Open Defecation Free (ODF) mencapai 82 persen, Boalemo menempati posisi kedua tertinggi di Provinsi Gorontalo, setelah Kota Gorontalo.
Baca Juga: Dua Tingkat Pengadilan Pastikan BNI Tak Bersalah dalam Sengketa Lelang di Gorontalo
Dari total desa yang ada, sebanyak 69 desa telah bebas buang air besar sembarangan sebuah indikator keberhasilan dalam menjaga kesehatan lingkungan dan kualitas hidup warga.
Dalam aspek fasilitas, Boalemo juga dinilai telah memenuhi standar pelayanan dasar dari
Kementerian Kesehatan.
Meski belum semua Puskesmas beroperasi penuh 24 jam, hampir seluruhnya sudah menyediakan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam.
“Boalemo telah menunjukkan komitmen kuat terhadap kesehatan masyarakat, dari peningkatan sumber daya manusia.
Hingga pelayanan yang menyentuh akar kebutuhan warga,” tutup dr. Desriyanti dengan nada apresiatif.(Fik).
Editor : Azis Manansang