Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Gorontalo Gaspol Bangun Kota Terpadu, Bappeda Dorong Penataan Aglomerasi Lewat Kolaborasi Kampus dan Pemerintah

Azis Manansang • Selasa, 11 November 2025 | 21:19 WIB

 

FGD bertajuk Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Kota Gorontalo (F:ist)
FGD bertajuk Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Kota Gorontalo (F:ist)

GorontaloGORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Tengah menyiapkan langkah besar dalam mempercepat pembangunan wilayah perkotaan.

Lewat Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Kota Gorontalo

Bappeda menggandeng berbagai pihak untuk merumuskan arah baru pembangunan yang lebih terintegrasi dan berbasis data.

Kegiatan yang digelar di Aula Prof. Abdussamad, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo (FEB UNG), itu menjadi ajang bertemunya para pemikir daerah.

Hadir Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Syarwani Canon, para akademisi lintas kampus.

Serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari kabupaten dan kota.

Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili, mewakili Gubernur Gorontalo untuk membuka kegiatan tersebut secara resmi.

Dalam sambutannya, Wahyudin menekankan bahwa riset dan kebijakan publik tidak boleh berjalan di dua rel yang berbeda.

“Perguruan tinggi punya kekuatan ilmiah, sementara pemerintah memiliki ruang eksekusi.

Kalau keduanya menyatu, kebijakan yang lahir pasti lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya penuh optimisme.

Ia menambahkan, hasil riset harus diubah menjadi langkah nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

Lebih jauh, Wahyudin menjelaskan bahwa Bappeda tidak ingin berhenti sebagai pelaksana riset semata.

Pihaknya bertekad menjadi jembatan antara hasil penelitian dengan kebutuhan pembangunan riil di lapangan.

“Kami ingin setiap kebijakan lahir dari kajian yang kuat, bukan sekadar pertimbangan politis.

Dengan begitu, arah pembangunan Gorontalo akan semakin terukur dan berdampak nyata,” tegasnya.

FGD tersebut menjadi simbol sinergi nyata antara dunia akademik dan pemerintahan.

Dalam merumuskan masa depan Gorontalo sebagai pusat pertumbuhan baru di Kawasan Timur Indonesia.

Hasil kajian yang dihasilkan akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis untuk memperkuat visi pembangunan berkelanjutan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Sejalan dengan program Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie yang menempatkan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi utama pembangunan daerah.(0214).

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #KolaborasiAkademik #Provinsi Gorontalo #Bappeda Gorontalo #aglomerasi #PembangunanDaerah