Gorontalopost, GORONTALO – Dalam semangat kebangsaan dan dakwah ekonomi yang menjadi ruh perjuangan Syarikat Islam.
Pimpinan Wilayah Syarikat Islam Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, mengulas kembali.
Sosok Presiden kedua Republik Indonesia, H.M. Soeharto, sebagai figur penting dalam sejarah pembangunan nasional.
Menurutnya, Soeharto bukan hanya pemimpin militer dan politik.
Tetapi juga arsitek pembangunan yang berhasil membawa Indonesia menuju era stabilitas dan kemajuan ekonomi.
Ridwan menuturkan, kepemimpinan Soeharto selama lebih dari tiga dekade telah
meninggalkan jejak pembangunan yang sulit disangkal.
“Beliau berhasil membawa bangsa ini keluar dari masa penuh gejolak menuju stabilitas nasional.
Jalan raya, irigasi, hingga sekolah-sekolah dibangun secara masif, bahkan Indonesia pernah mencapai swasembada pangan yang diakui dunia,” ungkap Ridwan dalam sebuah pernyataan reflektif.
Meski menyadari tidak ada pemimpin yang sempurna, Ridwan menegaskan bahwa jasa besar Soeharto terhadap kemajuan bangsa patut dihargai secara objektif.
“Kesempurnaan bukan ukuran utama, tetapi kontribusi nyata terhadap negara harus tetap dikenang.
Karena itu, tak berlebihan jika beliau disebut sebagai salah satu tokoh yang layak digelari Pahlawan Nasional,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Baca Juga: DPRD Gorontalo Gerak Cepat Atasi Antrean Solar, Pertamina Siapkan Strategi Distribusi Baru
Dalam pandangannya, Ridwan menyebut ada sejumlah warisan penting dari masa kepemimpinan Soeharto yang masih terasa hingga kini mulai dari daya beli masyarakat
yang kuat.
Birokrasi dan militer yang kokoh menjaga keutuhan negara, hingga penyebaran Bahasa Indonesia yang memperkuat identitas nasional.
“Warisan itu adalah fondasi yang menopang perjalanan bangsa kita di era modern.
Semangat kerja keras, kedisiplinan, dan nasionalisme beliau seharusnya menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” tambahnya.
Menutup pandangannya, Ridwan menyerukan pentingnya mengenang sejarah secara jujur
dan proporsional.
Ia mengajak masyarakat untuk meneladani nilai-nilai pengabdian, semangat membangun.
Dan keikhlasan berjuang bagi bangsa yang diwariskan para pemimpin terdahulu.
“Kita lanjutkan perjuangan mereka menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, dengan ridha Allah SWT sebagai tujuan utama,” tandasnya.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang