Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Riset Ungkap Cara Baru Kendalikan Erosi dan Tingkatkan Produktivitas Jagung di Lahan Miring

Azis Manansang • Sabtu, 22 November 2025 | 09:09 WIB

 

Seminar Akhir yang digelar Bappeda Gorontalo bersama UNG dan Universitas Ichsan Gorontalo.(F:Anthx)
Seminar Akhir yang digelar Bappeda Gorontalo bersama UNG dan Universitas Ichsan Gorontalo.(F:Anthx)

Gorontalopost, GORONTALO — Riset terkait Sistem Usahatani Konservasi (SUT) di lahan miring.

Menjadi sorotan dalam Seminar Akhir yang digelar Bappeda Gorontalo bersama UNG dan Universitas Ichsan Gorontalo.

Baca Juga: Kunjungan Pansus PUG Bongkar Ketimpangan Gender Gorontalo, Yeyen Sidiki Prihatin Indeks Kita Masih Tertinggal

Kegiatan ini berlangsung di Living Lab Fakultas Pertanian UNG pada Kamis, 20 November 2025, dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan daerah.

Tim peneliti memaparkan hasil temuan mengenai efektivitas metode konservasi seperti pembuatan guludan dan penggunaan tanaman penguat teras.

Rumput odot disebut sebagai tanaman yang memiliki kemampuan menahan erosi sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi.

Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani di kawasan perbukitan.

Selain itu, peneliti juga menyoroti penggunaan biochar yang berasal dari limbah tongkol jagung.

Berdasarkan hasil uji, biochar terbukti memperbaiki struktur tanah, meningkatkan retensi air, serta memperkaya unsur hara.

“Temuan ini dapat menjadi strategi pemupukan yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelas salah satu peneliti saat presentasi.

Dalam sambutan yang mewakili Bappeda, Titi Datau menjelaskan bahwa riset semacam ini merupakan instrumen penting dalam merumuskan kebijakan daerah.

“Setiap kajian harus melahirkan policy brief yang langsung bisa dipraktikkan, bukan hanya dokumen laporan,” tegasnya.

Baca Juga: 23 Peserta Lolos Seleksi Adminitrasi KPID Provinsi Gorontalo Periode 2026-2029

Acara ditutup dengan sesi kunjungan lapangan ke lokasi demplot.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat melihat langsung manfaat penerapan sistem konservasi.

Sehingga pengembangan SUT jagung dapat diperluas sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan di Gorontalo.(Anthx).

Editor : Azis Manansang
#PertanianBerkelanjutan #Bappeda Gorontalo #ketahananpangan #konservasi #Usaha Tani