Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Program Bibit Sapi Gorontalo Disorot, Tanpa Regulasi Jelas, Populasi Tak Kunjung Mandir

Azis Manansang • Kamis, 27 November 2025 | 08:39 WIB

 

Anggota Deprov yang juga mantan pedagang sapi lintas pulau, Gustam Ismail.(F:Hms-Engki)
Anggota Deprov yang juga mantan pedagang sapi lintas pulau, Gustam Ismail.(F:Hms-Engki)

Gorontalopost, GORONTALO – Program pengadaan bibit sapi di Provinsi Gorontalo kembali menuai kritik tajam.

Mantan pedagang sapi lintas pulau, Gustam Ismail, menilai bahwa aktivitas pengadaan yang dilakukan setiap tahun.

Baca Juga: Bupati Sofyan, Jadikan HUT ke-352 sebagai Start Percepatan RPJMD 2025–2029

Justru berjalan tanpa landasan regulasi yang memadai, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurut Gustam, pemerintah seharusnya memiliki aturan operasional yang mengatur secara rinci proses pengadaan, distribusi, hingga mekanisme kontrol terhadap bibit sapi.

Ia menilai ketiadaan aturan menjadi penyebab program sulit berkembang.

“Dari dulu pengadaan terus dilakukan, tetapi payung hukumnya tidak pernah disiapkan. Padahal aturan ini yang jadi kunci keberlanjutan,” ujarnya.

Di lapangan, kondisi yang muncul berbanding terbalik dengan tujuan pemerintah untuk menambah populasi.

Gorontalo hingga kini masih sangat bergantung pada pasokan sapi dari luar daerah.

Menandakan produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan pasar secara mandiri.

Gustam, yang memiliki pengalaman mengirim sapi dari Gorontalo ke Kalimantan.

Mengungkapkan bahwa tantangan tidak hanya soal populasi, tetapi juga kualitas sapi impor.

Baca Juga: DPRD Temukan Kejanggalan di Lamahu, 80 Hektare Kebun Besar, Warga Tak Kebagian Sejengkal Pun

Beberapa hewan ternak yang masuk disebutnya berada dalam kondisi stres.

Bahkan ada yang mati setelah perjalanan jauh. Hal tersebut menimbulkan kerugian besar bagi pelaku usaha.

Ia menekankan pentingnya memperkuat produksi lokal agar perputaran ekonomi terjadi di daerah sendiri.

Selain meningkatkan kesejahteraan peternak, langkah tersebut diyakini dapat memperkokoh ketahanan supply sapi daerah.

“Kalau produksi lokal berdiri kuat, kita tidak akan terus-terusan tergantung dari luar,” tegasnya.(Mg-06).

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #DPRD Gorontalo #sapi #pengadaan sapi #peternakan #Bibit Sapi