Gorontalopost, GORONTALO - PDIP kembali menunjukkan pola konsolidasi ketatnya di Gorontalo.
Lewat Konferda– Konfercab Ke-VI, DPP melakukan rotasi menyeluruh pada kepengurusan DPC di enam kabupaten/kota.
Baca Juga: Pengacara Bongkar Celah Visum, Polda Didesak Ungkap Waktu Luka dalam Kasus MAR
Banyak nama senior yang sebelumnya memegang kendali harus merelakan kursinya digantikan oleh figur baru yang dianggap lebih progresif.
SK perubahan yang ditandatangani Megawati dan Hasto Kristiyanto menandai babak baru penataan internal partai.
Puti Guntur Soekarno yang membacakan struktur baru menegaskan bahwa rotasi ini adalah instruksi langsung dari pusat untuk memperkuat kinerja partai di daerah.
“Ini bagian dari penyegaran agar kader lebih siap menghadapi agenda politik jangka panjang,” tegasnya.
Beberapa tokoh senior seperti Espien Tulie, dan Eka Putra Noho, serta Erman Latjengke kini bergeser posisinya ke struktur DPD.
Jabatan mereka di tingkat kabupaten diberikan kepada kader baru stok lama seperti Darwin Situngkir di Pohuwato, Tony S. Yunus di Kabupaten Gorontalo, serta Daniel Frait di Boalemo.
Di Kota Gorontalo, tongkat komando berpindah ke Yolan Porontalo, sementara di Gorontalo Utara.
Sandra Mariana Datau memperkuat posisinya setelah memperoleh mandat baru untuk memimpin DPC.
Keduanya sebagai kader dan srikandi PDIP yang dinilai memiliki kedekatan kuat dengan program-program strategis partai.
Mereka langsung diberi tugas menyusun personalia inti di wilayah masing-masing.
Bone Bolango menjadi daerah yang mendapatkan perlakuan khusus.
Meski Mukhlis Lakodi resmi ditetapkan sebagai ketua DPC, DPP mewajibkan evaluasi total dalam satu tahun.
“Daerah ini membutuhkan penguatan fasilitas partai, dan progresnya akan menjadi tolok ukur utama,” ujar Puti.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang