Gorontalopost, GORONTALO – Provinsi Gorontalo mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,21 persen pada November 2025.
Baca Juga: Teka-Teki Langkah Politik Tonny Junus 2029, PDIP Persiapkan Karpet Merah, Pilkada atau Senayan
Dilansir BPS, angka tersebut mencerminkan adanya peningkatan harga barang dan jasa secara umum dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Secara wilayah, Kota Gorontalo mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,04 persen.
Sementara itu, Kabupaten Gorontalo mencatatkan inflasi lebih tinggi, yakni sebesar 2,34 persen.
Perbedaan ini menunjukkan adanya variasi tekanan harga antarwilayah.
Kenaikan inflasi tahunan Gorontalo dipicu oleh meningkatnya indeks pada tujuhn kelompok pengeluaran utama.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 8,06 persen, diikuti kelompok makanan, minuman.
Dan tembakau sebesar 3,71 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 2,03 persen.
Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran naik sebesar 1,97 persen, transportasi sebesar 1,69 persen.
Kemudian perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,58 persen, serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,38 persen.
Baca Juga: DAS Bilungala Kian Kritis, DPRD Desak BWS Gerak Cepat Atasi Banjir Tahunan
Sementara itu, empat kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi tahunan.
Pada periode yang sama, Gorontalo mengalami deflasi secara bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,24 persen.
Dengan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,63 persen.
Kondisi ini menunjukkan dinamika harga yang masih fluktuatif hingga mendekati akhir tahun 2025. (Mg-03).
Editor : Azis Manansang