Gorontalopost, GORONTALO- Menutup tahun 2025 dengan babak baru di tubuh birokrasi.
Gubernur Gusnar Ismail resmi mengambil sumpah 39 pejabat fungsional di aula rumah jabatan gubernur.
Prosesi itu berlangsung khidmat dan sarat pesan pembaruan, menandai upaya serius pemerintah provinsi
mendorong aparatur yang lebih adaptif, berbasis keahlian, dan siap menjawab tantangan pembangunan 2026.
Pelantikan bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan momentum reposisi talenta ASN sesuai kompetensi inti.
Hadir dalam agenda itu Sekprov Sofian Ibrahim dan Asisten
Administrasi Pemerintahan Sukril Gobel, serta pimpinan OPD strategis.
Mereka menjadi saksi lahirnya formasi baru birokrasi yang diharapkan
mampu mempercepat eksekusi program daerah dengan pendekatan profesional, bukan administratif semata.
Pengangkatan pejabat ini merujuk pada tiga keputusan gubernur berbeda,
masing-masing melalui penyesuaian jabatan, promosi jenjang, dan perpindahan jabatan.
Skema ini mencerminkan model manajemen karier ASN yang lebih dinamis.
Pemerintah provinsi ingin memastikan jabatan fungsional diisi bukan hanya oleh status,
Baca Juga: Bupati Ismet Mile Tunda Pelantikan Kepala BKPD, Ini Alasannya
tetapi oleh kapasitas yang selaras dengan kebutuhan organisasi dan agenda transformasi birokrasi.
Gubernur menekankan bahwa pejabat fungsional adalah “motor teknis” yang menggerakkan pemerintahan.
Ia mendorong mereka menjadi problem solver di lini kebijakan publik.
Pesan itu menegaskan bahwa birokrasi harus berjalan berbasis pengetahuan, kepatuhan aturan,
dan kecepatan merespons realitas sosial yang berkembang di masyarakat.
Dalam pidato penutup yang bernada optimis, Gubernur menyatakan bahwa aparatur baru ini harus menjadi generasi birokrat yang lincah.
Ia meyakini bahwa jika ASN bekerja sesuai kerangka kompetensi dan keahlian, maka pemerintahan akan lebih presisi, cepat, dan berdampak.
Gorontalo diarahkan menjadi model baru tata kelola birokrasi berbasis profesionalisme di Indonesia Timur.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang