Gorontalopost, GORONTALO - Pemprov Gorontalo memperlihatkan kesiapan pengamanan Nataru 2025/2026 lewat konsolidasi lintas institusi.
Baca Juga: Gorontalo dan Kotamobagu Buka Babak Baru Kerja Sama Regional 2026
Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie mengikuti rapat koordinasi pengamanan Natal dan Tahun Baru yang dipimpin Menko Polkam secara virtual dari Mapolda Gorontalo.
Forum ini menegaskan bahwa keamanan akhir tahun bukan hanya soal penjagaan fisik, tetapi juga orkestrasi sinergi kebijakan dan respons darurat.
Rakor yang diikuti Kapolda Gorontalo dan jajaran intelijen daerah menempatkan Polda sebagai pusat kendali koordinasi.
Pemerintah provinsi diminta memastikan seluruh level pemerintahan bergerak dalam satu ritme pengamanan.
Wagub menegaskan bahwa pola pengamanan 2025 harus lebih terintegrasi, memprioritaskan deteksi dini ancaman sosial dan mitigasi gangguan operasional.
Dalam pernyataan yang telah diperbarui, Idah menyebut sinergi sebagai “tameng sekaligus kompas pengamanan daerah.”
Menurutnya, keberhasilan Nataru bukan diukur dari seberapa banyak personel, tetapi dari seberapa cepat antar lembaga bertukar data,
merespons potensi insiden, dan mengeksekusi protokol darurat secara kolektif.
Selain aspek keamanan, rapat juga menggarisbawahi potensi cuaca ekstrem dan bencana musiman.
Baca Juga: 39 Pejabat Fungsional Dilantik, Pemprov Gorontalo Percepat Reformasi Tata Kelola ASN
Wagub mendorong pemerintah dan aparat menyiapkan skema respons cepat di posko siaga.
Ia menekankan bahwa pengamanan harus mencakup rencana kontingensi jika terjadi gangguan akibat banjir, longsor, atau cuaca buruk yang memengaruhi mobilitas
masyarakat.
Pemerintah provinsi memastikan kondisi keamanan masih terkendali, namun tetap menempatkan mitigasi bencana sebagai prioritas paralel.
Dengan curah hujan harian yang hampir merata sepanjang Desember,
Wagub mengimbau masyarakat dan aparat memperkuat kesiapsiagaan lapangan.
Gorontalo diarahkan menjadi provinsi yang aman secara sosial dan tangguh secara mitigatif di penghujung tahun. (gpd-02).
Editor : Azis Manansang