Gorontalopost, GORONTALO - Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri TA 2025 di Gorontalo resmi berakhir,
menandai lahirnya 69 polisi baru Angkatan ke-53 yang menyandang nama Eka Waskita Paramatha.
Baca Juga: Jelki Ladada Sumbang 3 Medali SEA Games 2025, Bukti Kekuatan Takraw Indonesia dari Timur
Upacara penutupan dan pelantikan yang digelar di SPN Polda Gorontalo, menjadi momen transisi dari kawah candradimuka pendidikan ke gelanggang pengabdian nyata.
Kelulusan mereka dipandang sebagai modal penting penguatan personel Polri di wilayah Gorontalo dan nasional.
Para bintara yang baru dilantik akan langsung memasuki fase penugasan, tersebar ke Satuan Brimob,
unit Polda, hingga sektor kepolisian lainnya sesuai kebutuhan organisasi.
Bahkan, sebagian dari mereka diproyeksikan mengisi permintaan khusus dari Sat Brimob dan Polda Metro Jaya.
Distribusi ini menegaskan bahwa angkatan ini tidak hanya disiapkan untuk mengabdi secara lokal,
tetapi juga memperkuat barisan Polri di pusat-pusat operasi strategis nasional.
Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo memberi penilaian khusus terhadap Angkatan ke-53.
Baca Juga: KNPI Suwawa-Komunitas Kambungu Literasi Gelar Bedah Buku Senja Berlalu, Apris: Semangat Berkarya
Angkatan ini menorehkan catatan utuh, tanpa putus pendidikan, serta capaian akademik yang dinilai lebih menonjol dibanding generasi sebelumnya.
Keberhasilan ini mencerminkan bukan hanya kualitas pendidikan di SPN,
tetapi juga ketahanan mental para peserta dalam menuntaskan proses pendidikan yang ketat dan berdisiplin tinggi.
Kebanggaan itu kembali ditegaskan Kapolda lewat pernyataan asli tanpa perubahan.
“Nilai peserta didik sangat baik dan masuk kategori terbaik. Yang patut dibanggakan, tidak ada yang drop out.
Seluruh peserta menyelesaikan pendidikan dengan jumlah yang utuh dari awal hingga akhir,” ujar Irjen Pol Widodo.
Namun, pelantikan bukanlah garis finis. Kapolda menekankan bahwa ilmu, etika,
dan empati harus menjadi kompas tugas mereka. Ia mengingatkan bahwa polisi lahir untuk melayani, bukan melukai.
“Setelah dilantik, berarti siap ditempatkan di mana pun dan siap mengabdi.
Laksanakan tugas secara profesional, jangan menyakiti hati rakyat, dan terus belajar dalam pendampingan senior,” pesannya.
Di tengah atmosfer libur akhir tahun, bintara angkatan ini diharapkan menjadi generasi
pengayom yang humanis dan adaptif terhadap dinamika masyarakat.(Mg-04).