Gorontalopost, KWANDANG – Seorang mahasiswi berinisial SBS (24) diduga menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual
saat melintas dengan sepeda motor di Desa Tolitehuyu, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara, kemarin siang (20/2/2026).
Peristiwa itu terjadi di ruas jalan sepi yang minim aktivitas warga.
Insiden bermula ketika korban melakukan perjalanan dari arah Buol menuju Limboto.
Saat melintas di lokasi yang lengang karena bertepatan dengan waktu salat Jumat,
seorang pria tak dikenal tiba-tiba mendekat menggunakan sepeda motor dari arah samping.
Korban menuturkan, pelaku secara tiba-tiba melakukan tindakan tidak pantas dengan menyentuh tubuhnya.
Merasa terancam, korban melakukan perlawanan dengan menendang kendaraan pelaku hingga keduanya terjatuh.
Dalam kondisi panik, korban segera bangkit, mengambil kunci motor pelaku, lalu berlari menyelamatkan diri.
Baca Juga: Dari 38 ke 94 Persen, DPRD Gorontalo Tunjukkan Lonjakan Tajam Indeks Antikorupsi
Pelaku sempat berupaya mengejar, namun akhirnya kembali ke motornya dan melarikan diri dari lokasi.
Korban memperkirakan pelaku berusia sekitar 20 hingga 25 tahun dan beraksi seorang diri.
Situasi jalan yang sepi membuat korban tidak sempat meminta bantuan warga sekitar.
Didampingi kuasa hukumnya, Ali Rajab, korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Gorontalo
dan menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo sebagai bagian dari proses penyidikan.
Ali menyampaikan, kliennya masih mengalami trauma dan berharap aparat segera mengungkap identitas pelaku.
Ia menegaskan pihaknya mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian
agar pelaku bisa segera diamankan dan diproses sesuai hukum.
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan memburu pelaku.
Kasus tersebut menjadi perhatian serius, sekaligus pengingat pentingnya keamanan bagi pengguna jalan, khususnya perempuan.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang