Gorontalopost, GORONTALO – Pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo kembali mengangkat persoalan tata kelola Program Makanan Bergizi Gratis (MBG)
saat melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 1 Limboto Barat, Kecamatan Limboto Barat.
Baca Juga: DPRD Gorontalo Gandeng OK OCE, Siap Perkuat Ekosistem UMKM Berbasis Kolaborasi
Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Hamzah Muslimin, didampingi Sekretaris Komisi IV Ghalib Lahidjun serta anggota Gustam Ismail, Manaf Hamzah, dandr. Darsianti Tuna.
Rombongan diterima langsung oleh Kepala Sekolah Fitriyani Kamali bersama guru dan panitia MBG.
Dalam pemaparannya, pihak sekolah menyebutkan jumlah tenaga pendidik mencapai 49 orang,
terdiri dari PNS dan PPPK, dengan total siswa sekitar 400 orang yang menjadipenerima program MBG.
Namun di lapangan, pelaksanaan program justru memunculkan sejumlah persoalan.
Kepala sekolah menjelaskan sistem distribusi makanan yang dikirim sekaligus untuk beberapa hari menjadi masalah utama.
Menurutnya, pola pengiriman dari awal pekan hingga pertengahan minggu membuat kualitas makanan menurun saat diterima siswa.
Ia juga menyoroti temuan makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.
“Kami menemukan buah yang sudah tidak segar, jajanan yang melewati masa kedaluwarsa, hingga telur dengan kondisi kurang baik.
Ini tentu mengkhawatirkan karena menyangkut kesehatan anak-anak,” ujarnya dengan nada tegas.
Tak hanya itu, sekolah juga mengaku sempat mendapat permintaan
untuk menandatangani ratusan bukti penerimaan meski tidak ada pengiriman pada hari tertentu.
Pihak sekolah memilih menolak praktik tersebut. Komisi IV DPRD Gorontalo menegaskan temuan ini
akan menjadi bahan evaluasi serius agar program MBG benar-benar memberi manfaat tanpa mengorbankan kualitas dan integritas pelaksanaannya.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang