Gorontalopost, GORONTALO – Sembilan hari menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII, Gorontalo mulai menunjukkan kesiapannya sebagai tuan rumah.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah kawasan Gelar Teknologi Pertanian di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, yang diproyeksikan menjadi etalase kemajuan pertanian modern Indonesia.
Berdiri di atas lahan seluas 9,2 hektar, lokasi tersebut menampilkan berbagai inovasi terbaru di bidang tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan, hingga perikanan.
Berbagai teknologi unggulan dipersiapkan untuk menarik perhatian ribuan peserta PENAS yang datang dari seluruh Indonesia.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat meninjau lokasi bersama Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry,
mengaku optimistis kawasan tersebut akan menjadi salah satu ikon utama selama pelaksanaan PENAS XVII berlangsung.
Salah satu teknologi yang mencuri perhatian adalah Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Sistem budidaya padi modern ini mampu meningkatkan jumlah anakan padi secara signifikan melalui penggunaan benih unggul, pola tanam khusus, dan dukungan mekanisasi pertanian.
"Dengan teknologi ini, produktivitas petani bisa melonjak drastis. Jika pola konvensional menghasilkan sekitar 350 ribu anakan per hektar, metode PM-AAS
mampu mencapai hingga 800 ribu anakan dan berpotensi menghasilkan sekitar 10 ton gabah kering panen per hektar," ungkap Gusnar.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang