Gorontalopost, GORONTALO – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan
Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo
turut memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, khususnya destinasi unggulan hiu paus Botubarani.
DIhimpun dari sejumlah sumber, ratusan peserta dan wisatawan dari berbagai daerah mulai memadati lokasi wisata yang dikenal
dengan interaksi langsung bersama hiu paus atau yang dikenal warga lokal sebagai “Sherly” dan kelompoknya.
Plt Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Romi Moge,
menyebutkan bahwa lonjakan kunjungan ini menjadi peluang besar bagi pengembangan pariwisata daerah.
“Momentum PENAS ini sangat berdampak. Banyak peserta datang langsung ke
Botubarani untuk merasakan pengalaman melihat hiu paus secara dekat,” ujar Romi,
kemarin.
Ia menjelaskan, dalam beberapa hari ke depan kunjungan wisatawan diperkirakan masih akan meningkat
karena telah dijadwalkan kunjungan resmi peserta PENAS ke lokasi tersebut pada 21 hingga 23 Juni, dengan sekitar 80 orang telah terdata.
Romi juga menegaskan bahwa wisata hiu paus Botubarani memiliki keunggulan
dibandingkan destinasi serupa di Papua dan Kalimantan Timur.
"Karena jaraknya yang sangat dekat dari pusat Kota Gorontalo, hanya sekitar 15 menit perjalanan darat," ungkapnya.
Selain itu, pengunjung hanya perlu menempuh sekitar 50 meter menggunakan perahu dari bibir pantai untuk bisa berinteraksi langsung dengan hiu paus.
Dari sisi biaya, pengelola menetapkan tarif yang relatif terjangkau, yakni sekitar
Rp100.000 per orang untuk perahu wisata dan Rp 450.000 per orang untuk perahu kaca.
Menurutnya, kombinasi akses mudah, harga terjangkau, dan pengalaman unik menjadi daya tarik utama
yang membuat Botubarani semakin populer, terlebih saat momentum event nasional seperti PENAS XVII berlangsung.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang