Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Di Gorontalo, Presiden Prabowo Dianugerahi Penghargaan Tertinggi KTNA Nasional

Nur Fadilah • Kamis, 25 Juni 2026 | 10:33 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat menerima lencana emas KTNA pada acara puncak PENAS XVII yang berlangsung di GOR David-Tony Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (24/06). ANTARA/Zulkifli Polimengo.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat menerima lencana emas KTNA pada acara puncak PENAS XVII yang berlangsung di GOR David-Tony Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (24/06). ANTARA/Zulkifli Polimengo.

 
GORONTALOPOST
-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima penghargaan tertinggi dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional berupa Lencana Emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama pada puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di GOR David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum KTNA Nasional Yadi Sofyan Noor sebagai bentuk apresiasi atas dukungan serta kebijakan pemerintah yang dinilai memberi dampak nyata bagi kemajuan sektor pertanian dan perikanan nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa petani dan nelayan memegang posisi yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan fondasi utama keberlangsungan sebuah negara, sehingga pemerintah berkomitmen penuh untuk terus memperkuat dua sektor tersebut.

Ketersediaan pangan merupakan fondasi utama dari keberlangsungan sebuah negara, sehingga pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh untuk meningkatkan produktivitas kedua sektor tersebut,” kata Prabowo.

PENAS XVII sendiri menjadi ajang besar yang mempertemukan berbagai elemen penting di sektor pangan nasional. Rangkaian kegiatan telah resmi dibuka sejak Sabtu (20/6) dan digelar melalui kerja sama KTNA bersama PT Fery Agung Corindotama (FERACO).

Ajang tiga tahunan ini sukses memobilisasi ribuan pelaku agribisnis, petani, nelayan, koperasi, akademisi, penyedia teknologi, hingga investor dari berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran mereka menjadikan PENAS XVII bukan sekadar forum pertemuan, tetapi juga panggung besar untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Tak hanya itu, PENAS XVII juga menghadirkan pameran komprehensif seluas 30 ribu meter persegi yang diisi lebih dari 300 lapak dari berbagai unsur, mulai dari korporasi swasta, BUMN, koperasi, perguruan tinggi, lembaga riset, hingga pelaku industri pendukung.

Berbagai inovasi modern ditampilkan dalam pameran tersebut, seperti alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, teknologi irigasi, budidaya presisi, pengembangan bioenergi, teknologi pengolahan pascapanen, hingga solusi digital dari hulu ke hilir yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional.

KTNA bersama FERACO merancang kawasan pameran itu bukan hanya sebagai ruang promosi produk, melainkan juga sebagai pusat interaksi bisnis, transfer teknologi, serta penjajakan investasi yang mempertemukan seluruh rantai nilai sektor pertanian dan perikanan dalam satu ekosistem.

FERACO, yang telah berpengalaman dalam penyelenggaraan pameran sektor industri dan perdagangan sejak 1996, menilai PENAS XVII 2026 menjadi momentum yang sangat tepat untuk memperkuat kemitraan strategis lintas sektor dalam mendukung agenda besar swasembada pangan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta yang hadir. Menurut dia, kehadiran puluhan ribu elemen sektor pangan dari seluruh Indonesia mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap percepatan pembangunan pertanian nasional.

Amran mengatakan optimisme baru di kalangan petani dan nelayan saat ini tumbuh seiring berbagai kebijakan strategis pemerintah, mulai dari kemudahan akses pupuk, penguatan harga gabah di tingkat petani, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan, modernisasi alat mesin pertanian, hingga program akselerasi swasembada pangan.

PENAS XVII 2026 menjadi wadah strategis yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, akademisi, dan dunia usaha untuk mempercepat adopsi teknologi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.

Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo turut didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta jajaran pengurus KTNA Nasional.

Puncak PENAS XVII 2026 di Gorontalo dihadiri puluhan ribu petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku usaha dari berbagai penjuru Tanah Air. Kehadiran mereka menegaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan tetap menjadi tulang punggung bangsa, sekaligus tumpuan besar dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#Penas XVII Gorontalo #Presiden Prabowo