GORONTALOPOST- Video viral yang memperlihatkan seorang anggota kepolisian berdiri di atas sebuah mobil pickup yang melaju dengan kecepatan tinggi akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Polresta Gorontalo Kota.
Polisi menegaskan, aksi tersebut bukanlah tindakan tanpa alasan, melainkan bagian dari upaya menghentikan pelaku dalam kasus dugaan penggelapan kendaraan bermotor yang berusaha melarikan diri.
Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota AKP Akmal Novian Reza, SIK, menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula dari laporan seorang warga yang kehilangan mobil pickup miliknya setelah dipinjam oleh teman anaknya.
Awalnya, anak pelapor sedang mengendarai mobil tersebut. Seorang temannya kemudian meminjam kendaraan dengan alasan ingin menggunakannya untuk berfoto. Namun, merasa ada kejanggalan, anak pelapor memutuskan mengikuti mobil itu hingga ke kawasan lapangan di Kecamatan Dungingi.
Di lokasi tersebut, ia menduga sedang berlangsung transaksi terhadap mobil milik keluarganya. Saat berusaha mendekati kendaraan, seseorang yang diduga calon pembeli justru langsung membawa kabur mobil pickup tersebut ke arah Bone Selatan. Anak pelapor pun terus membuntuti kendaraan sambil melaporkan kejadian itu ke Mako Polair.
Mendapat laporan, personel Polair yang sedang bertugas segera bergerak melakukan pengejaran dan berusaha menghentikan laju kendaraan. Namun, pengemudi pickup tidak mengindahkan peringatan petugas. Bahkan, ia tetap melaju kencang dan menolak membuka kaca jendela mobil meski telah diminta berhenti.
Dalam situasi tersebut, salah seorang anggota Polair mengambil tindakan dengan naik ke atas bak mobil pickup untuk mencegah pelaku melarikan diri lebih jauh.
“Alasan anggota naik ke mobil pickup murni untuk berupaya menghentikan kendaraan tersebut. Namun, mobil tetap dipacu dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya pelarian terhenti karena kendaraan tersebut mengalami kecelakaan di wilayah Bone Pantai,” ujar AKP Akmal.
Peristiwa itulah yang kemudian terekam warga dan videonya beredar luas di media sosial, memunculkan berbagai spekulasi sebelum akhirnya polisi memberikan penjelasan mengenai kronologi sebenarnya.
Hingga saat ini, penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut. Polisi telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
AKP Akmal menyebut identitas calon tersangka belum dapat dipublikasikan karena proses penyidikan masih berlangsung. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga aksi tersebut melibatkan lebih dari empat orang, termasuk pihak yang diduga berperan sebagai pembeli maupun pihak yang mengatur dugaan tindak pidana penggelapan kendaraan tersebut.
"Indikasi awal menunjukkan ada pembeli dan ada pihak yang menyuruh melakukan tindak pidana ini, kemungkinan melibatkan lebih dari 4 orang," tegasnya.
Editor : Priska Watung