Gorontalopost, GORONTALO – Penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan di Kabupaten Gorontalo resmi ditutup dengan sederet prestasi membanggakan yang ditorehkan Kontingen Sulawesi Selatan.
Daerah ini sukses menjadi salah satu peserta paling bersinar dengan meraih tiga gelar juara sekaligus.
Dalam ajang yang berlangsung sejak 20 hingga 25 Juni 2026 tersebut, Sulawesi Selatan berhasil meraih Juara I Stand Terbaik Kategori Pemerintah Provinsi, Juara I Lomba Asah Terampil, serta Juara I Lomba Yel-Yel.
Capaian itu menjadi bukti kuat bahwa Sulawesi Selatan tidak hanya unggul dalam
produksi pertanian,
tetapi juga mampu menghadirkan kreativitas, inovasi, dan promosi produk unggulan secara efektif di tingkat nasional.
Sebanyak 990 orang tergabung dalam Kontingen Sulsel yang terdiri dari unsur pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, petani, nelayan, hingga pelaku usaha pertanian dan perikanan.
Ratusan peserta bahkan berbaur langsung dengan masyarakat melalui program
pemondokan di Kelurahan Hotuo.
Sebanyak 491 peserta tinggal bersama warga selama kegiatan berlangsung, mempererat hubungan sosial sekaligus memperkenalkan budaya daerah masing-masing.
Keikutsertaan Sulsel dalam PENAS XVII mendapat dukungan penuh dari Gubernur
Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi yang terus mendorong promosi potensi daerah melalui berbagai forum nasional.
Sorotan utama datang dari Stand Agribisnis Sulawesi Selatan yang sukses memikat
perhatian pengunjung dan tim juri.
Stand tersebut menampilkan kekayaan komoditas unggulan daerah seperti beras organik, produk hortikultura, kopi Toraja, dan cokelat Luwu.
Beragam produk itu menjadi representasi kekuatan sektor pertanian dan perkebunan Sulawesi Selatan yang selama ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Tak hanya menghadirkan produk unggulan, Sulsel juga memamerkan berbagai inovasi sektor pertanian.
Salah satunya Program Mandiri Benih yang mengembangkan benih padi unggul dan varietas kentang berkualitas untuk mendukung peningkatan hasil produksi petani.
Suasana stand semakin ramai karena pengunjung dapat merasakan langsung pengalaman mencicipi kopi dan cokelat khas Sulawesi Selatan melalui sesi peracikan yang disediakan selama pameran.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulawesi Selatan,
Bustanul Arifin, menyampaikan bahwa prestasi tersebut merupakan buah dari sinergi seluruh pihak yang tergabung dalam kontingen.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh Kontingen Sulsel, mulai dari panitia PENAS, KTNA, pemerintah daerah, hingga para petani dan nelayan yang terus berinovasi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Bustanul.
Ia menilai PENAS bukan sekadar ajang pameran, melainkan ruang strategis untuk
memperkenalkan kemajuan sektor pertanian Sulawesi Selatan kepada peserta dari berbagai provinsi.
“Sulsel ingin menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga bagaimana menghasilkan nilai tambah, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Tiga gelar juara yang berhasil diraih menjadi modal penting bagi Sulawesi Selatan untuk terus memperkuat sektor pertanian modern yang berorientasi pada inovasi, peningkatan nilai tambah, dan perluasan akses pasar.
Dari Gorontalo, Sulawesi Selatan pulang dengan prestasi gemilang sekaligus membawa semangat baru untuk menyongsong PENAS XVIII yang akan digelar di Lampung.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang