Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Gorontalo Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Efek PENAS XVII Luar Biasa, Akomodasi di Gorontalo Ludes Terisi dan Hasilkan Rp 10,2 Miliar

Azis Manansang • Jumat, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

 

Plt Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Romi Moge.(F:dok)
Plt Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Romi Moge.(F:dok)

Gorontalopost, GORONTALO – Kehadiran ribuan peserta Pekan Nasional (PENAS) 
Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 membawa dampak ekonomi yang nyata bagi 
Provinsi Gorontalo. 

Dihimpun dari sejumlah sumber, salah satu sektor yang merasakan lonjakan paling signifikan adalah usaha akomodasi yang mencatat tingkat okupansi sempurna selama kegiatan berlangsung.

Hotel-hotel di Gorontalo mengalami peningkatan permintaan secara drastis hingga seluruh kamar yang tersedia habis terjual. 

Situasi tersebut terjadi selama empat hari pelaksanaan PENAS XVII yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku agribisnis dari seluruh Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 593 kamar hotel berbintang dan 981 kamar hotel nonbintang terisi penuh.

Dengan demikian, total 1.574 kamar digunakan oleh peserta dan tamu yang datang ke Gorontalo.

Lonjakan permintaan akomodasi tersebut bahkan melampaui kapasitas hotel yang tersedia. 

Banyak peserta akhirnya memilih menginap di rumah sewa maupun kos-kosan karena tidak lagi mendapatkan kamar hotel.

Plt Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Romi Moge,

mengungkapkan bahwa sektor perhotelan memperoleh keuntungan ekonomi yang sangat besar dari pelaksanaan event nasional tersebut.

“Dari sisi ekonomi, sektor perhotelan memperoleh manfaat yang cukup besar. Selama empat hari pelaksanaan PENAS XVII, 

hotel berbintang mencatat pendapatan sekitar Rp 5,34 miliar, sedangkan hotel nonbintang menghasilkan pendapatan sekitar Rp 4,41 miliar. 

Secara keseluruhan, total pendapatan sektor perhotelan mencapai sekitar Rp 9,75 miliar,” kata Romi.

Selain hotel, masyarakat yang memiliki rumah sewa juga mendapatkan manfaat langsung. 

Tercatat 35 unit rumah sewa dimanfaatkan oleh peserta dengan nilai transaksi mencapai Rp 420 juta.

Tidak hanya itu, lima unit kos-kosan elit yang memiliki total 25 kamar turut menjadi 
pilihan peserta dan menghasilkan pendapatan sekitar Rp30 juta selama kegiatan 
berlangsung.

“Artinya dari penyewaan rumah dan kos-kosan sekitar Rp450 juta. Jika digabung dengan hotel maka dapat angka Rp10,2 miliar,” imbuhnya.

Perputaran uang yang mencapai lebih dari Rp10 miliar tersebut menunjukkan besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan PENAS XVII bagi daerah tuan rumah.

Romi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dari berbagai daerah yang telah memilih Gorontalo sebagai tempat berkumpul dalam kegiatan nasional tersebut.

Atas nama Gubernur Gorontalo dan Wakil Gubernur Gorontalo, ia menyampaikan 
apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, 

sekaligus memohon maaf apabila masih terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama penyelenggaraan PENAS XVII.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#Penas XVII Gorontalo #akomodasi #Ekonomi Gorontalo #PARIWISATA #Hotel