Wagub Gorontalo Dorong Kolaborasi Wujudkan Lingkungan Ramah Anak

Nur Fadilah • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:52 WIB
Pelaksanaan peringatan Hari Anak Nasional yang dilaksanakan juga di Hotel Elizabeth, Kabupaten Gorontalo. Rabu (22/7/2026). (ANTARA/ho-Diskominfotik)
Pelaksanaan peringatan Hari Anak Nasional yang dilaksanakan juga di Hotel Elizabeth, Kabupaten Gorontalo. Rabu (22/7/2026). (ANTARA/ho-Diskominfotik)

 

GORONTALOPOST- Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam melindungi serta memenuhi hak-hak anak.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka peringatan Hari Anak Nasional di Kabupaten Gorontalo, Rabu. Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", rangkaian kegiatan digelar di SMA Negeri 1 Limboto dan Hotel Elizabeth, Kabupaten Gorontalo.

Peringatan HAN tahun ini diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Gorontalo. Acara turut dihadiri Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Kepala Dinas PPPA dr. Yana Yanti Suleman, Kepala Cabang Bank SulutGo Limboto, kepala sekolah, guru, hingga para pelajar.

Dalam sambutannya, Idah menegaskan bahwa tema Hari Anak Nasional bukan sekadar slogan, melainkan pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk dihormati, didengar pendapatnya, dan diberi kesempatan berpartisipasi sesuai usia serta tingkat kematangannya.

Menurutnya, anak bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek pembangunan yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Seluruh pihak harus memastikan anak terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, hingga perundungan, baik yang terjadi di lingkungan sekitar maupun di ruang digital.

Idah menjelaskan, upaya melindungi anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Keluarga sebagai pelindung pertama dan utama harus diperkuat melalui kolaborasi dengan satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah.

“Mari kita jadikan semangat Hari Anak Nasional sebagai gerakan bersama. Saya mengajak seluruh Pemerintah Provinsi Gorontalo, masyarakat, dan anak-anak di Provinsi Gorontalo menjadi bagian dari Gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak),” ujar Idah.

Wakil gubernur perempuan pertama di Gorontalo itu juga menyampaikan pesan khusus kepada anak-anak agar tidak takut berbicara apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan.

Ia mengingatkan bahwa setiap anak berhak merasa aman, baik di rumah, sekolah, ruang publik, maupun di dunia digital. Anak-anak juga berhak berteman tanpa memandang perbedaan apa pun.

“Apabila kalian mengalami kekerasan atau melihat teman menjadi korban, segera melapor kepada orang dewasa yang dipercaya atau menghubungi layanan SAPA 129. Pemerintah akan selalu hadir memberikan perlindungan dan pendampingan bagi anak-anak,” tegasnya.

Selain menekankan pentingnya perlindungan anak, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional untuk memperkenalkan kembali budaya dan pangan lokal kepada generasi muda.

Pada peringatan HAN 2026, tililaya diangkat sebagai simbol kecintaan terhadap budaya Gorontalo. Melalui kegiatan makan bersama tililaya, masyarakat diajak menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah, mempererat kebersamaan dalam keluarga, sekaligus mengenalkan pangan lokal bergizi yang dapat mendukung tumbuh kembang anak agar sehat, cerdas, dan berkualitas.

Peringatan Hari Anak Nasional di Gorontalo pun tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga diharapkan menjadi penguat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang benar-benar ramah anak serta menjamin setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal tanpa rasa takut.(antara)

Editor : Nur Fadilah
Hak anak HAN 2026