Harga Cabai hingga Tomat Turun, BPS Catat Gorontalo Alami Deflasi 0,43 Persen pada Juli 2026

Azis Manansang • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 07:56 WIB

 

Cabai rawit, tomat, dan bawang merah merupakan komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap pengeluaran masyarakat.(F:Ilustrasi)
Cabai rawit, tomat, dan bawang merah merupakan komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap pengeluaran masyarakat.(F:Ilustrasi)

Gorontalopost, GORONTALO – Penurunan harga sejumlah komoditas pangan 
memberikan dampak langsung terhadap kondisi ekonomi di Provinsi Gorontalo. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juli 2026 daerah ini mengalami deflasi sebesar  0,43 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, mengatakan penurunan harga barang dan  jasa yang paling banyak dikonsumsi masyarakat menjadi penyebab utama terjadinya deflasi. 

Baca Juga: Kejati Gorontalo Tetapkan Hamka Hendra Noer sebagai Tersangka Kasus Video Wall, Penahanan Ditunda karena Sakit

Menurutnya, karakteristik konsumsi masyarakat Gorontalo membuat pergerakan harga  beberapa komoditas pangan sangat menentukan arah inflasi daerah.

"Cabai rawit, tomat, dan bawang merah merupakan komoditas yang memiliki kontribusi  besar terhadap pengeluaran masyarakat. 

Ketika harga ketiganya turun cukup dalam, dampaknya sangat terasa terhadap angka  inflasi sehingga Gorontalo mengalami deflasi pada Juli," ungkap Agus.

Meski secara bulanan mengalami deflasi, secara kumulatif sepanjang tahun hingga Juli  2026, Gorontalo masih membukukan inflasi year to date sebesar 2,83 persen. 

Sementara inflasi tahunan atau year on year tercatat sebesar 2,95 persen. BPS juga 
mencatat inflasi tahunan 

di Kota Gorontalo berada pada angka 2,31 persen, sedangkan Kabupaten Gorontalo 
mencapai 3,48 persen.

Data BPS menunjukkan kenaikan harga masih terjadi pada sebagian besar kelompok 
pengeluaran masyarakat. 

Baca Juga: Hadapi Tekanan Fiskal, Rum Pagau Ajak DPRD Percepat Pembahasan Perubahan APBD Boalemo 2026

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 7,03  persen, diikuti transportasi sebesar 5,72 persen. 

Inflasi juga terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, restoran, 
perumahan,

rekreasi, kesehatan, informasi dan komunikasi, pendidikan, serta perlengkapan rumah tangga. 

Sebaliknya, kelompok pakaian dan alas kaki menjadi satu-satunya kelompok yang 
mengalami penurunan harga secara tahunan dengan deflasi sebesar 1,93 persen.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo Inflasi BPS Gorontalo Juli deflasi